Perilaku suami sering kasar dan emosional, bagaimana solusinya?

SK Info Penanya: SK
Hallo dokter..saya puji umur 31tahun...saya menikah dengan suami hampir 13 tahun...dri awal nikah sampai sekarang suami berlaku kasar dlm setiap bicara ..dan marah marah yang tidak jelas apa penyebabnya sampai terkadang apa yang didekatnya sll dibanting dok...terkadang saya bingung dok dengan kelakuan suami saya sakit hati banget dok...semoga dokter bisa memberi solusi nya dok.makasih dok
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat siang SK,

Kesulitan mengendalikan emosi memang bisa timbul pada seseorang. Sering kali kesulitan tersebut bisa menimbulkan cara mengekspresikan emosinya dengan marah-marah, berkata kasar sampai bisa memukul ataupun tindakan lainnya.

Pemicu amarah sendiri beragam, mulai dari stres, beban pikiran, ataupun juga bisa karena gangguan hormonal atau kimiawi otak sehingga memicu emosi berlebih. Mudah emosi sendiri bisa juga menjadi gejala gangguan mental seperti misalnya depresi dan lainnya.

Beberapa hal yang bisa disarankan untuk bisa mengendalikan emosi diantaranya:

  • Kenali pemicu amarah
  • Hindari pemicu amarah dan kendalikan
  • Waspadai jika sudah timbul tanda-tanda emosi agar bisa terhindar dari ledakan amarah
  • Upayakan mengekspresikan atau melampiaskan emosi ke kegiatan lain seperti olahraga
  • Cari bantuan seperti salah satunya ajak berkomunikasi untuk berbagi cerita apa yang jadi pemicu amarahnya

Jika masih kesulitan ada baiknya mengajak suami Anda berkonsutasi pada dokter spesialis kedokteran jiwa ataupun pada psikolog. Nantinya akan dilakukan wawancara lebih dalam dan dilakukan penagnanan seperti psikoterapi, konseling ataupun pemberian obat jika diperlukan. Semoga bermanfaat.

Salam sehat,

dr. Adhi P.

Postingan membutuhkan waktu beberapa saat untuk tampil
(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Victim blaming adalah mental menyalahkan korban atas terjadinya kejahatan

Sering Dialami Oleh Korban, Apa Itu Victim Blaming?

Bukan rahasia umum jika keadilan seakan tidak berpihak pada korban kekerasan seksual. Bukannya mendapat keadilan setelah memberanikan diri menyuarakan penderitaannya, yang terjadi justru victim blaming. Korban justru dianggap sebagai yang bersalah. Ini hanya segelintir contoh, karena victim blaming bisa terjadi seputar hal apapun.