Tahukah anda apa itu gangguan depresi ?

AD Info Penanya: AD, Pria, 19 Tahun
Dok saya ingin bertanya, saya perempuan 21th. Sejak smp saya sering menahan menangis, kadang saya mencakar atau mencubit diri sendiri, saya sering tidak masuk sekolah dengan alasan sakit. Rasa nya saya tidak ingin melakukan sesuatu. saat sma masalah saya bertambah, saya lebih diam, tidak mengikuti kegiatan diluar jam sekolah, sering melamun, lebih suka menghabiskan waktu sendiri dikamar. Saya pernah berfikir untuk bunuh diri. Saya sering bersikap biasa saja di depan orang-orang. Akhir akhir ini saya sering menangis tanpa sebab.Sahabat saya, yang mendengarkan cerita saya mengatakan bahwa saya depresi. Apa betul dok? Apakah saya bisa sembuh?
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat siang, AD.

Setiap manusia pernah mengalami hari-hari ketika merasa sedih, kesepian, dan berada dalam mood yang jelek dari waktu ke waktu. Hal ini tidak akan berlangsung lama jika keadaanya normal, dan akan ceria lagi pada lain kesempatan. Ketika seseorang tampak sedih tidak bisa kita artikan sebagai gejala depresi, namun jika kesedihan dan perasaan negatif tersebut menetap atau jika timbul perilaku yang mengganggu aktivitas sosial, kadang merasa hidup tidak berguna sama sekali maka mungkin saja hal itu mengindikasikan gangguan depresif. 

Gejala depresi :
Gejala utama 
- Mood depresif (sedih, murung)
- Kehilangan minat dan kegembiraan
- Mudah lelah
Gejala lainnya
- Konsentrasi dan perhatian berkurang
- Harga diri dan kepercayaan diri berkurang
- Gagasan tentang rasa bersalah dan tidak berguna
- Pandangan masa depan yang suram dan pesimistik
- Gangguan tidur
- Napsu makan berkurang
- Ide bunuh diri

Diagnosa gangguan depresi dilakukan oleh dokter, setelah memenuhi kriteria diagnosa depresi. Saat diagnosa gangguan depresi sudah ditegakkan oleh dokter, pengobatannya :
1. Obat-obatan anti depresan
2. Psikoterapi, Di kenal juga dengan terapi psikologis dimana membicarakan tentang kondisi dan masalah yang di alami. Psikoterapi dapat membantu : mengganti pikiran negatif dengan pikiran positif, meningkatkan kemampuan berkomunikasi, mencari jalan terbaik untuk menghadapi masalah dan bagaimana cara mengatasinya, meningkatkan rasa percaya diri, memulihkan rasa kepuasan atau kontrol dalam kehidupan diri sendiri.
3. Perubahan gaya, Dapat memperbaiki gejala depresi dengan cara mengkonsumsi makanan yang mengandung asam lemak omega 3 seperti salmon, kaya vitamin B seperti kacang-kacanga seperti buncis, kedelai, dan gandum. Makanan yang mengandung magnesium seperti yogurt, kacang-kacangan, Jangan minum alkohol, olahraga teratur, tidur yang cukup 6-8 jam sehari pada malam hari.
Jika sudah mempunyai pikiran menyakiti diri sendiri seperti keluhan anda sebaiknya dirawat di rumah sakit selama pengobatan.

Dengan obat-obatan, psikoterapi dan perubahan gaya hidup diharapkan keluhan anda akan membaik. Sebaiknya anda ke dokter spesialis kejiwaan agar mendapat terapi secepatnya. Tetap semangat.

 

Semoga bermanfaat

Salam sehat

dr. Supiah S.D Sangadji

(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Nafsu makan meningkat dari segi porsi ataupun jenis makanan yang dimakan dapat menjadi suatu tanda dari adanya kondisi medis tertentu

7 Penyebab Nafsu Makan Meningkat yang Mungkin Anda Alami

Nafsu makan meningkat terkadang bukan merupakan sesuatu yang perlu dikhawatirkan. Namun apabila nafsu makan meningkat terus-menerus muncul atau makin parah, Anda mungkin mengalami suatu kondisi medis tertentu, seperti diabetes, hipertiroidisme, dan sebagainya.