31 Dec 2020, 07:28Infeksi

Swab antigen bisakah untuk pasien pasca infeksi COVID-19?

YT
Info Penanya: YT0
Halo dok, izin bertanya. Untuk pasien post covid, Pcr test menunjukan negative, tp Rapid test masih reactive. Kalau dia melakukan swab antigen biasanya apakah hasilnya akan reaktif atau tidak ya? Maksud saya si swab antigen ini hasilnya cenderung mendekati pcr swab test atau seperti rapid test biasa utk pasien post covid? Terima kasih
4421 Views
0 Balasan
SehatQ
Dijawab Oleh  dr. Pany
(0)
Selamat pagi YTMerebaknya pandemi COVID-19 menimbulkan keresahan dalam kehidupan masyarakat. Berbagai pemeriksaan pun diciptakan untuk mendeteksi adanya infeksi virus COVID-19 dalam tubuh manusia.

Perbedaan tes rapid antibody, rapid antigen dan PCR

Pada pemeriksaan virus COVID-19 terdapat beberapa macam tes yang cukup membingungkan para awam. Berikut penjelasan mengenai tes-tes pada viru COVID-19:

Rapid test Antibodi

Rapid test antibodi mendeteksi antibodi dalam darah terhadap virus-virus keluarga corona, jadi tidak hanya virus COVID-19 saja. Antibodi bekerja secara spesifik dan memiliki memori masing-masing infeksi yang pernah masuk ke dalam tubuh. Antibodi ada beberapa jenis, tetapi yang bisa terdeteksi pada rapid adalah IgM dan IgG. IgM akan muncul lebih dulu di awal infeksi dan 1 minggu setelahnya baru IgG muncul dan bisa menetap seumur hidup bila daya tahan tubuh seseorang bagus sehingga memori terhadap virus corona bisa bertahan.

Rapid test Antigen

Rapid test antigen mendeteksi adanya komponen genetik atau potongan tubuh virus pada swab lendir hidung dan tenggorokan. Sensitivitasnya 30-80%, lebih tinggi daripada rapid test antibody, tetapi hanya digunakan untuk skrinning awal.

PCR (Polymerase Chain Reaction)

PCR menggunakan mikroskop mendeteksi komponen genetik virus dan jumlah virus dari lendir hidung dan tenggorokan. Sensitivitas mencapai 100% sehingga digunakan sebagai pemeriksaan diagnostik pasti.Pasca infeksi COVID-19 bila melakukan tes rapid antibodi IgG pasti akan tetap positif karena bertahan lama dan memiliki memori terhadap virus COVID-19. Untuk pasien pasca infeksi COVID-19 perlu melakukan pemeriksaan ulang setelah melakukan isolasi mandiri atau perawatan selama 14 hari. Tes yang direkomendasikan oleh WHO dan kementrian kesehatan RI adalah dengan tes swab PCR.Semoga bermanfaat. Salam sehat.dr. Pany CL
infeksi virusvirus rna kecilcoronavirus
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)
Balas
Postingan membutuhkan waku beberapa saat untuk tampil

Forum Tanya Dokter

(maks. 500 karakter)
Postingan membutuhkan waktu beberapa saat untuk tampil