Bagaimana cara agar cepat tinggi?

RL Info Penanya: RL, Wanita, 15 Tahun
Saya mau tanya dok, umur saya 16 tahun kok saya tingginya tidak naik naik ya padahal saya sudah olahraga yang katanya bisa buat meninggikan badan tapi saya kok tidak tinggi tinggi dan saya juga sudah istitahat yang cukup, minum susu, makan teratur seperti sayur
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat sore, RL.

Tinggi badan seseorang dipengaruhi oleh beberapa hal, di antaranya genetik, asupan zat gizi sehari-hari, dan kebiasaan berolahraga. Seorang remaja bisa mengalami pertambahan tinggi badan sampai usia 18 tahun. Setelah usia tersebut, lempeng pertumbuhan tulang akan menutup sehingga orang tersebut tidak bisa bertambah tinggi lagi.

Terkait kondisi Anda, ada kemungkinan genetik kedua orang tua Anda memang tidak terlalu tinggi. Atau, bisa juga kebiasaan baik yang Anda lakukan masih kurang tepat, misalnya mengonsumsi sayur tapi dalam bentuk tumis sampai layu, dimana sayur yang layu akan kehilangan zat gizinya. Atau, berolahraga tapi belum rutin. 

Oleh karena itu, Anda dapat mencoba melakukan hal-hal berikut:

  • Tidur teratur dan tidak begadang, karena saat tidur hormon pertumbuhan akan diproduksi oleh tubuh
  • Konsumsi makanan yang kaya akan kalsium, zinc, dan vitamin D; misalnya keju atau susu
  • Berjemur matahari 15-30 menit sehari untuk mendapatkan tambahan asupan vitamin D
  • Olahraga secara rutin dan teratur
  • Hindari merokok atau mengonsumsi minuman alkohol

Anda juga dapat menceritakan masalah ini kepada orang tua Anda, agar bisa berkonsultasi lebih lanjut kepada dokter spesialis anak untuk mengetahui informasi pertumbuhan pada masa remaja. Terima kasih, semoga informasi yang disampaikan dapat bermanfaat.

 

Salam sehat,
dr. Sylvia

Postingan membutuhkan waktu beberapa saat untuk tampil
(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Mikrosefali menyebabkan gangguan tumbuh kembang anak yang dapat memengaruhi kualitas hidupnya

Mikrosefali dan Pengaruhnya Terhadap Gangguan Tumbuh Kembang Anak

Mirkosefali adalah kondisi ketika kepala bayi memiliki ukuran yang lebih kecil dibandingkan ukuran normal. Mirkosefali menyebabkan gangguan tumbuh kembang anak yang dapat memengaruhi kualitas hidupnya.