Sudah umur dua tahun anak belum bisa jalan, apa solusinya?

TS Info Penanya: TS, Pria, 31 Tahun
Dok mohon pencerahan, anak saya saat ini berusia 2 tahun, tapi belum bisa jalan. Terima kasih.
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Dear Bapak TS,

Perkembangan motorik khususnya kemampuan berjalan usia normal sebenarnya bervariasi mulai dari usia 9 bulan sampai 18 bulan. Memang, bisa berjalan saat usia 15-18 bulan adalah masih dalam batas normal, tetapi biasanya anak seperti ini mempunyai gangguan motorik kasar dan gangguan keseimbangan yang ringan yang akan lebih baik diberikan intervensi dan stimulasi sejak dini.

Belum bisa berjalan pada anak usia lebih dari 18 Bulan, mungkin saja disebabkan anak tidak percaya diri atau trauma saat berjalan. Namun tidak tertutup kemungkinan bahwa ternyata anak tersebut mengalami keterlambatan motorik kasar dan gangguan keseimbangan baik dalam tingkat yang ringan sampai tingkat berat.

Berikut adalah tahap perkembangan Motorik yang normal pada anak :

  • Usia 6-8 bulan: Duduk dan merangkak dengan dua dengkul kaki.
  • Usia 12-18 bulan: Berdiri tanpa bantuan, Berjalan dengan merambat ke perabotan di rumah, Berjalan 2 atau 3 langkah tanpa bantuan, Berjalan 10-20 menit tanpa bantuan.
  • Usia 18-24 bulan: Berjalan tanpa kesulitan, Menarik mainan sambil berjalan, Membawa mainan besar sambil berjalan, Naik/turun bangku tanpa bantuan, Menemukan cara sendiri untuk berjalan mundur, Bisa naik/turun tangga dengan bantuan.
  • Usia 24-36 bulan Umumnya mampu memanjat dengan baik, berjalan naik/turun tangga dengan menggunakan satu kaki per anak tangga, Berjalan jinjit.




Kriteria Penggolongan Keterlambatan Berjalan pada Anak dan Intervensinya :

  1. Bisa berjalan di usia 8 bulan-12 bulan : Kemampuan berjalan sangat baik dan sangat cepat, biasanya anak demikian motorik kasar dan kemampuan keseimbangannya sangat baik. Tidak perlu intervensi atau stimulasi.

 

  1. Bisa berjalan di  usia 12 bulan-15 bulan : Kemampuan berjalan biasa dan rata-rata anak seusia. Biasanya anak demikian motorik kasar dan kemampuan keseimbangannya normal. Pada kelompok ini mungkin intervensi atau stimulasi ringan akan lebih baik.

 

  1. Bisa berjalan usia di 15 bulan-18 bulan : Kemampuan berjalan normal tetapi kurang optimal. Biasanya anak demikian kemampuan motorik kasar dan kemampuan keseimbangannya kurang begitu baik. Pada kelompok ini perlu intervensi atau stimulasi ringan agar perkembangan motorik dan vestibularis lebih baik.

 

  1. Bisa berjalan di usia 18 bulan-24 bulan : Kemampuan berjalan terlambat ringan. Biasanya anak demikian kemampuan motorik kasar dan kemampuan keseimbangannya tidak baik. Pada kelompok ini harus dilakukan intervensi atau stimulasi ringan agar perkembangan motorik dan vestibularis menjadi optimal.
  2. Bisa berjalan di  usia 24 bulan-32 bulan : Kemampuan berjalan terlambat berat. Biasanya anak demikian kemampuan motorik kasar dan kemampuan keseimbangannya buruk. Dalam keadaan seperti ini, biasanya disertai gangguan neurologis atau susunan saraf pusat. Pada kelompok ini harus dilakukan intervensi atau stimulasi ringan agar perkembangan motorik dan vestibularis menjadi optimal.
  3. Belum bisa berjalan sampai usia 32 bulan : Kemampuan berjalan terlambat sangat berat . Biasanya anak demikian kemampuan motorik kasar dan kemampuan keseimbangannya sangat buruk. Dalam keadaan seperti ini, biasanya disertai gangguan neurologis atau susunan saraf pusat yang sangat berat seperti penderita Cerebral palsy. Pada kelompok ini harus dilakukan intervensi atau stimulasi ringan agar perkembangan motorik dan vestibularis menjadi optimal.

Stimulasi seperti yang dimaksud pada nomor 4, 5 dan 6  harus dilakukan oleh Dokter Spesialis Fisik dan Rehabilitasi.

Faktor – Faktor Penyebab anak terlambat berjalan adalah :

  1. Persayafan belum matang.

Saat lahir, sistem syaraf belum berkembang dan berfungsi dengan maksimal, untuk mengontrol gerakan Motorik. Pada usia 5 tahun perkembangan syaraf ini telah sempurna dan dapat mengontrol otot - otot besar untuk gerakan motorik kasar seperti berjalan, berlari, melompat dan berlutut.

Sedangkan untuk gerakan motorik halus perkembangannya menyusul seperti menyusun puzzle, memegang pensil dan gunting, membentuk tanah liat.

  1. Gangguan Keseimbangan (Gangguan Vestibularis)

Tanda dari gangguan keseimbangan pada anak contohnya adalah anak takut saat berenang, takut menaiki mainan yang bergerak dan bergoyang seperti ayunan, takut main mainan kuda-kudaan listrik, takut naik lift atau eskalator, takut naik mobil.

Biasanya juga disertai keterlambatan membaca, menulis dan berbicara.

  1. Perkembangan motorik kasar yang terlambat.

Seorang anak yang terlambat berjalan, kemungkinan juga terlambat duduk dan merangkak. Biasanya juga disertai keterlambatan membaca, menulis dan berbicara.

  1. Gangguan Sensoris

Anak sangat sensitif pada telapak tangan dan kaki, Sehingga mengakibatkan anak sering jinjit. Gangguan sensoris suara biasanya anak takut dan tidak nyaman ketika mendengar suara dengan frekuensi tertentu seperti suara blender, suara bayi menangis, suara gergaji listrik. Gangguan sensoris cahaya biasanya anak sangat sensitif terhadap cahaya terang dan sinar matahari.

  1. Ada Penyakit dan Faktor penyerta lainnya seperti : Bayi lahir prematur, obesitas atau kegemukan, bayi lahir dengan berat badan rendah (kurang dari 2.500 gram), anak dengan gangguan hipersensitif saluraan cerna seperti gastropoesepageal refluks, sering muntah, mual atau sering sulit buang air besar. Keadaan ini sering terjadi pada anak alergi atau hipersensitif saluran cerna.  Sangat jarang pada anak menderita tumor otak, retardasi mental dan cerebral palsy.

Dimasa depan, anak dengan keterlambatan berjalan yang disertai gangguan keseimbangan akan tidak menyukai pelajaran yang memerlukan aktifitas fisik seperti olah raga, dan lebih menyukai kegiatan dalam rumah seperti nonton tivi danmain game.

Cara Penanganan anak dengan keterlambatan berjalan ini adalah disesuaikan dengan Faktor Penyebabnya. Oleh sebab itu langkah awal adalah kunjungi Dokter Spesialis Anak di Rumah Sakit terdekat untuk Konsultasi dan rujukan lebih lanjut, bila diperlukan.

Semoga penjelasan dari kami dapat memberikan pencerahan kepada Bapak.

Salam Sehat

(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Kebiasaan mengisap jempol tidak dapat dihilangkan secara instan, melainkan perlahan-lahan

Cara Menghilangkan Kebiasaan Mengisap Jempol pada Anak

Jika kebiasaan mengisap jempol jika dibiarkan akan berdampak buruk bagi perkembangan psikis dan gigi anak. Para ahli di bidang psikologi, pediatrik, dan kedokteran gigi anak menjelaskan bahwa ada beberapa cara menghilangkan kebiasaan mengisap jempol pada anak.