25 Nov 2020, 17:48Psikologi

Apa penyebab emosi yang tidak stabil?

NA
Info Penanya: NA0
Hi doc saya berumur 21 tahun. Saya kerap marah dan moody sepanjang hari. Saya berkurung dalam bilik dengan perasaan marah dan sedih teramat. Saya kerap tidur sepanjang hari dan kerap lapar. Dah makan tapi masih lapar. Saya rasa nak jauh dari keluarga dan kawan. Rasa seperti semua tidak faham saya. Kalau ada hal remeh temeh saya jadi marah teramat sangat. Dan kerap menangis. Saya cuba beritahu ibu saya tapi mereka tidak memahami. Buatkan saya jadi lagi sedih dan tak bermakna kenapa ya
172 Views
0 Balasan
SehatQ
Dijawab Oleh  dr. Farahdissa
(0)
Selamat siang, NATerima kasih atas pertanyaannya.Marah dan sedih merupakan respon emosi terhadap suatu tekanan atau hal yang tidak sesuai.  Hal ini merupakan respon yang normal terjadi pada setiap orang.  Jika kondisi ini berlangsung lama lalu disertai dan mengganggu aktivitas sehari-hari maka ada kemungkinan mengalami gangguan psikologis.

Penyebab marah dan sedih tanpa sebab :

  • Gangguan kepribadian ambang
    Mood atau suasana hati yang berubah-ubah dapat terjadi beserta pola pikir yang berbeda pada orang umumnya. Kondisi ini dapat membuat penderita menjauh dari keramaian bahkan dari keluarga. 
  • Gangguan bipolar
    Perubahan emosi yang drastis. Dalam satu waktu bisa sedih berkepanjangan namun satu waktu lainnya dapat marah, emosi tanpa sebab.  Memiliki rasa pesimis dan malas untuk bersosialisasi dan aktivitas.  Bipolar yang tidak tertangani dapat menimbulkan rasa ingin bunuh diri.
  • Depresi
    Emosi yang tidak stabil. Lalu akan disertai dengan perasaan cemas berlebihan, tidak ingin melalukan apapun, hanya berdiam diri, serta tidak nafsu makan. 
Apabila yang anda rasakan sudah berlangsung lama dan menganggu aktivitas anda, jangan takut untuk berbicara dengan psikiater atau dokter jiwa guna mengetahui penyebab keluhan anda.

Adapun beberapa cara untuk mengurangi emosi yang tidak stabil :

  • Alihkan pikiran anda dengan melakukan hal yang membuat rileks, seperti meditasi, menggambar, bersepeda.
  • Jika keluarga tidak memahami anda, cerita dengan teman terdekat yang anda percaya untuk mengeluarkan emosi yang ada.
  • Tuangkan emosi anda dengan menulis buku harian.
  • Mengikuti komunitas yang mendukung kesehatan mental.
Semoga penjelasan ini bermanfaat.Salam sehat, dr. Farah
mengatasi depresibipolargangguan kepribadian ambanggangguan psikologis
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)
Balas
Postingan membutuhkan waku beberapa saat untuk tampil

Forum Tanya Dokter

(maks. 500 karakter)
Postingan membutuhkan waktu beberapa saat untuk tampil