Apakah bisa hamil tanpa ejakulasi di dalam?

JH Info Penanya: JH, Pria, 23 Tahun
Halo Dok mau tanya, kan cewek teman saya dia mens udah hari ke 6, trus dia melakukan hubungan intim pertama ni,Tapi si cowok tidak ada mengeluarkan atau menembakkan sperma ke dalam vagina cewek, apakah itu akan hamil?Tapi penis si cowok saat keluar lendir vagina cewek lengket ke pennis cowok,Dan juga kan si cewek masih perawan, tapi tidak ada mengeluarkan darah dokJawab dong dokMakasih
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat siang, JH.

Hubungan intim adalah hal rutin yang dilakukan oleh pasangan suami istri, untuk menjaga keharmonisan serta mendapatkan keturunan. Saat hubungan intim, pasangan akan memulai dengan foreplay, yaitu saling meraba atau mencium bagian sensitif pasangannya. Saat ini, vagina wanita akan mengeluarkan lendir, dan pria mengeluarkan cairan pre-ejakulasi yang juga mengandung sperma (dalam jumlah sedikit).

Setelah selesai foreplay, pasangan akan melakukan penetrasi yaitu memasukkan penis pria ke dalam vagina wanita. Hubungan intim akan diakhiri dengan ejakulasi, baik di luar maupun dalam vagina.

Terkait pertanyaan Anda, dengan asumsi sempat terjadi penetrasi karena lendir vagina wanita menempel ke penis pria, maka tetap ada kemungkinan hamil dari cairan pre-ejakulasi tersebut. Oleh karena itu, silakan lakukan testpack apabila nanti teman wanita Anda sudah terlambat haid.

Sebagai tambahan, tidak semua wanita mengalami robekan selaput dara saat pertama kali berhubungan. Ada selaput dara yang sangat elastis dan tidak robek sama sekali sehingga tidak mengeluarkan darah, ya. Anda juga dapat berkonsultasi kepada dokter spesialis kebidanan dan kandungan untuk mengetahui lebih lanjut.

Terima kasih.

 

Salam sehat,
dr. Sylvia

Postingan membutuhkan waktu beberapa saat untuk tampil
(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

pantau air ketuban selama kehamilan

Perut Membesar Signifikan Saat Hamil, Bisa Jadi Tanda Kelebihan Air Ketuban

Kelebihan air ketuban pada masa kehamilan dapat memengaruhi perkembangan janin dan menyebabkan risiko komplikasi. Meski tidak membahayakan selalu pantau kondisi kehamilan dan air ketuban Anda. Biasanya, kelebihan cairan ketuban terjadi pada trimester kedua kehamilan.