Terapi untuk skoliosis

AH Info Penanya: AH, Wanita, 20 Tahun
AssalamualaikumDok saya menderita skoliosis V yang condong ke kanan.. apakah itu berbahaya bagi pekerjaan saya?Terimakasih
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat pagi, A.

Terimakasih atas pertanyaan Anda. 

Skoliosis adalah kondisi tulang belakang yang melengkung dan berbentuk huruf C atau S. Penyakit ini sering terjadi pada anak usia 10-15 tahun dan paling sering mengenai perempuan. Gejala dari penyakit ini yaitu panggul yang lain lebih tinggi dibanding panggul yang satu, tulang belakang yang melengkung dapat terlihat dengan mata telanjang, bahu dan pinggang yang tidak rata, sakit punggung, dan menimbulkan masalah pada pernapasan. Penyebab dari skoliosis itu sendiri yaitu genetik, idiopatik (berhubungan dengan kebiasaan, olahraga, dan diet), cedera, infeksi, dan faktor usia.

Penyakit ini tidak dapat sembuh dengan sendirinya, harus dengan pengobatan. Untuk itu, alangkah baiknya jika di deteksi sedini mungkin dan diterapi. Ada beberapa pilihan terapi skoliosis, yaitu:

  • Pemasangan gips.
  • Penggunaan brace.
  • Operasi. 
  • Metode schroth (latihan mengembalikan kelengkungan normal dari tulang belakang)

Terapi diatas tergantung dari seberapa parahnya skoliosis yang terjadi. Untuk itu, sebaiknya Anda melakukan pemeriksaan rontgen terlebih dahulu agar dapat diketahui seberapa parah skoliosis Anda. Lalu, lakukan konsultasi langsung dengan dokter ortopedi. Jangan dibiarkan kondisi ini terlalu lama karena akan mengganggu pekerjaan Anda sehari-hari. Anda juga bisa melakukan olahraga yoga dan berenang untuk mencegah agar skoliosis Anda tidak semakin parah.

Salam sehat,

dr. Ester

Postingan membutuhkan waktu beberapa saat untuk tampil
(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Gerakan yoga ibu hamil bermanfaat untuk melancarkan proses persalinan

Berbagai Gerakan Yoga Ibu Hamil yang Aman Dilakukan

Yoga merupakan salah satu olahraga yang aman dilakukan oleh ibu hamil. Namun, tidak semua gerakan yoga aman untuk ibu hamil. Lantas, apa saja gerakan yoga ibu hamil yang aman dilakukan?