14 Oct 2021, 19:19Infeksi

Apakah demam ada hubungannya dengan badai sitokin?

N7
Info Penanya: N70
Doc mohon responnya.. saya udah 3 hari ini panas berat, agak sedikit mual dan sendi sakit-sakit. Saya sudah baca tentang sitokin dan hanya ada beberapa case dari sitokin yg saya alami, seperti saya tidak sesak nafas,dan diare. Karna jika saya baca kasus demam biasa juga mengalami gejala yg saya alami. Mohon penjelasan dan responnya doc
131 Views
0 Balasan
SehatQ
Dijawab Oleh  dr. Farahdissa
(0)
Selamat malam, NTerima kasih atas pertanyaannya. Sitokin adalah zat yang dihasilkan oleh sistem imun manusia untuk membantu dalam proses melawan infeksi yang masuk ke tubuh.  Saat pandemi COVID-19 ini ditemukan pula kondisi yang dialami penderita COVID-19 gejala sedang-berat yang dinamakan badai sitokin.  Badai sitokin merupakan kondisi saat tubuh memiliki produksi sitokin dalam jumlah berlebih sehingga menimbulkan respon peradangan yang tidak terkontrol sehingga pada pasien COVID-19 dapat menimbulkan gejala gangguan pernapasan berat, kerusakan jaringan dan organ hingga kematian.  

Beberapa gejala pada badai sitokin yang ditimbulkan pada penderita COVID-19 :

  • Sesak napas berat. 
  • Demam tinggi. 
  • Bengkak atau kemerahan. 
  • Kelemahan pada badan
  • Mual dan muntah. 
  • Kejang. 
  • Gangguan pada tekanan darah
  • Ditemukan pegumpalan darah yang dibuktikan dengan hasi pemeriksaan D-dimer dan CRP.
Badai sitokin pada COVID-19 merupakan kondisi gawat darurat yang membutuhkan perawatan intensif guna mencegah terjadinya kondisi yang lebih parah.  Terkait yang ditanyakan, badai sitokon di COVID-19 biasanya akan didahului oleh sesak napas yang semakin lama memberat.  Jika hanya dari demam lebih dari 37.5 derajat saja tidak spesifik memastikan apakah terjadi peningkatan jumlah sitokin dalam tubuh secara berlebih.  Jadi saat ini jika sedang positif COVID-19 selama tidak ada sesak napas maka anda dapat perbanyak minum air putih, konsumsi obat sesuai anjuran dokter, isolasi mandiri 14 hari bebas gejala, berjemur 15 menit, istirahat teratur, dan kelola stres agar cepat pulih kembali.  Pantau suhu dan saturasi 2 kali sehari.  Periksa ke IGD rumah sakit khusus COVID-19 jika saturasi dibawah 93%.  Semoga penjelasan ini bermanfaat.Salam sehat,dr. FarahBaca juga : Apa itu badai sitokin? COVID-19 apa selalu demam?
demaminfeksi viruscoronavirus
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)
Balas
Postingan membutuhkan waku beberapa saat untuk tampil

Forum Tanya Dokter

(maks. 500 karakter)
Postingan membutuhkan waktu beberapa saat untuk tampil