Melakukan hubungan seks tanpa pengaman bisa hamil atau tidak?

K Info Penanya: K, Wanita, 19 Tahun
Dok saya melakukan hubungan sexual tgl 23 april tanpa pengaman tapi tidak keluar didalam. Dan saya minum postinor 2. Apakah aman dok ? Saya menstruasi terakhir tgl 6 maret. Apakah itu aman dan tidak menyebabkan kehamilan dok ? Terimakasih
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat sore, K. 

Terimakasih atas pertanyaan Anda.

Kehamilan dapat terjadi ketika bertemunya sel sperma dan sel telur di saluran tuba falopi dan terjadi pembuahan. Sel telur siap dibuahi pada saat masa ovulasi (masa subur) seorang wanita. Bukan hanya faktor itu saja, faktor sel sperma juga berperan penting untuk terjadinya kehamilan. Kualitas sperma yang terbaiklah yang siap membuahi sel telur.

Postinor 2 merupakan obat dan alat kontrasepsi yang termasuk bagian dalam konstrasepsi darurat. Dimana obat ini berfungsi untuk mencegah kehamilan setelah melakukan hubungan seks tanpa pengaman. Obat ini mengandung levonorgestrel. Pemakaian obat ini harus dibawah pengawasan dokter. Jadi, tidak bisa dikonsumsi sembarangan karena dapat menimbulkan efek samping dan memiliki kontraindikasi dengan pasien-pasien tertentu. 

Terkait dengan kondisi Anda ini, jika Anda melakukan hubungan seksual saat Anda sedang masa subur atau ovulasi, maka kemungkinan untuk terjadinya kehamilan masih ada walaupun pasangan Anda melakukan ejakulasi di luar vagina. Karena, cairan pra-ejakulasi yang keluar dari penis juga mengandung sperma. 

Untuk memastikan Anda hamil atau tidak, Anda bisa menggunakan testpack saat Anda telat haid 1 minggu di bulan depan. Lalu, jangan mengkonsumsi obat postinor 2 secara sembarangan karena obat tersebut harus dibawah pengawasan dokter dalam pemakaiannya. 

Salam sehat,

dr. Ester

Postingan membutuhkan waktu beberapa saat untuk tampil
(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Flek saat hamil muda bisa menjadi pertanda gejala dari komplikasi kehamilan

Bumil Perlu Waspada, Inilah Penyebab Flek Saat Hamil Muda

Flek saat hamil muda adalah hal yang umum terjadi. Namun kondisi ini bisa merupakan gejala dari komplikasi kehamilan seperti pendarahan, iritasi, bahkan keguguran.