Bagaimana mengatasi sesak napas di dada?

NO Info Penanya: NO, Wanita, 17 Tahun
Saya perempuan berusia 17 tahun. Dok, sudah beberapa hari belakangan kira-kira lebih tiga hari saya mengalami rasa ketat dan sedikit sesak di dada, tetapi tidak ada gejala lain seperti demam, influenza, dan batuk. Kalaupun ada batuk hanya sekali-sekali. Terkait virus corona yang sedang menyebar, dengan kondisi seperti ini apa saya harus langsung ke dokter terdekat? Atau saya bisa menjalani beberapa treatment khusus di rumah demi mengurangi sensasi di dada ini?
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat sore, N.

Terimakasih atas pertanyaan Anda.

Sesak napas merupakan suatu gejala yang timbul akibat kurangnya oksigen yang masuk ke paru-paru. Kondisi ini bisa disebabkan karena banyak hal. Bisa karena adanya sumbatan pada jalan napas, gangguan pada jantung, infeksi paru-paru, anemia, tekanan darah rendah, obesitas, asma, dll. 

COVID-19 memang merupakan penyakit yang sedang mewabah saat ini yang disebabkan oleh virus corona. Sudah banyak yang terkena penyakit ini. Gejala yang ditimbulkan yaitu berupa demam tinggi, batuk, flu, nyeri tenggorokan, dan sesak napas yang cenderung berat. Keluhan biasanya muncul di hari ke 2 hingga 14 hari setelah terinfeksi virus. 

Gejala yang Anda alami ini bukan merupakan gejala COVID-19. Penyebab dari sesak napas yang Anda alami ini bisa saja karena salah satu kondisi yang sudah disebutkan diatas tadi. Lalu, bisa juga karena penyakit maag, gangguan cemas, panik, dan khawatir yang berlebihan atas kondisi saat ini. Untuk itu, Anda tidak perlu panik akan gejala yang Anda alami ini. Dan menurut saya, Anda sebaiknya menunda dulu jika ingin melakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan. Karena kondisi yang Anda alami ini bukan kondisi gawat darurat dan saat ini fasilitas kesehatan sedang penuh karena banyak pasien yang terkena corona dan curiga terkena corona. Jadi, untuk menimalisir penularan, sebaiknya menunda dulu untuk periksa ke dokter. 

Jika sesak napas Anda muncul, Anda bisa melakukan hal berikut untuk mengatasinya:

  • Bernapas melalui mulut.
  • Bernapas dalam-dalam.
  • Melakukan posisi tertentu seperti duduk di kursi, berdiri dengan menyandarkan punggung di tembok, dll.
  • Mengkonsumsi jahe hangat.
  • Minum kopi hitam.
  • Menggunakan kipas angin. 
  • Menghirup uap.
  • Mencari udara bersih.
  • Melakukan gaya hidup sehat seperti berhenti merokok, olahraga yang rutin, menjaga berat badan, dan menggunakan masker jika bepergian keluar. 

Salam sehat,

dr. Ester

Postingan membutuhkan waktu beberapa saat untuk tampil
(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Hasil penelitian mengenai golongan darah A yang lebih rentan virus corona, belum mutlak sepenuhnya.

Golongan Darah A Lebih Rentan Virus Corona, Ini Penjelasannya

Baru-baru ini, para peneliti menemukan hubungan antara golongan darah dan virus corona. Sebuah penelitian menyebutkan bahwa bahwa golongan darah A lebih rentan masuk rumah sakit karena virus corona. Apakah benar?