Sesak napas, asma atau corona?

SU Info Penanya: SU
Hi dok, seminggu lalu saya terkena demam ringan dan sudah sembuh, dan saya sekarang sesak nafas dada terasa berat dan dlu saya punya asma, apakah ini asma kambuh apa gejala corona? Mksh.
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat sore, SU.

Asma adalah penyakit paru yang disebabkan karena penyempitan sementara saluran napas. Penyempitan tersebut biasanya dipicu oleh alergen tertentu yang berbeda-beda setiap orang, contohnya serbuk bunga, debu, bulu hewan, maupun udara dingin. 

Gejala utama asma adalah sesak napas. Selain itu, gejala biasanya disertai dengan batuk dan bunyi mengi ('ngik-ngik') saat menarik napas. Bila asma disertai dengan infeksi penyerta, maka bisa juga disertai demam.

Sedangkan Corona adalah golongan virus yang menyebabkan penyakit bernama COVID-19, yang sedang menjadi pandemi pada saat ini. Penyebaran Coronavirus terjadi dengan begitu cepatnya. Sampai hari ini, di Indonesia sudah puluhan ribu orang yang terinfeksi.

Seseorang yang menderita COVID-19 biasanya akan mengalami demam di atas 38 derajat celcius, batuk kering, dan sesak napas. Tetapi, gejala COVID-19 akan bermanifestasi berbeda pada masing-masing orang. Semakin rendah kekebalan tubuh seseorang, maka semakin berat gejala yang dialami.

Mengenai kondisi yang Anda sampaikan, riwayat demam ringan dan sesak napas bisa disebabkan oleh kedua penyakit tersebut. Untuk membedakannya, perlu dilakukan pemeriksaan fisik dan penunjang, misalnya radiologi, swab test, maupun spirometri. 

Oleh karena itu, untuk sementara sebaiknya Anda menghindari keluar rumah dan gunakan masker apabila terpapar debu, polusi, atau asap. Konsumsi makanan sehat dan obat alami seperti air jahe, untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Jangan lupa minum air putih yang cukup. Apabila gejala tidak menghilang dan disertai dengan sesak berat, segera konsultasikan ke dokter spesialis paru.

 

Terima kasih, semoga bermanfaat.

Salam sehat,
dr Sylvia

Postingan membutuhkan waktu beberapa saat untuk tampil
(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Segera stop kebiasaan memegang wajah supaya tidak terkena virus corona.

7 Cara Menghilangkan Kebiasaan Pegang Wajah untuk Cegah Virus Corona

Virus corona bisa masuk lewat mulut, hidung, dan mata. Itulah sebabnya, memegang wajah bisa meningkatkan risiko tertularnya virus corona.