Sesak napas, batuk, demam, gejala apa ya?

MI Info Penanya: MI, Wanita, 22 Tahun
Dok teman saya mengalami sesak pernafasan dan di sertai batuk,,demam,,dan badan terasa lemah itu gajala pnyakit apa ya dok mohon di jwab terimakasih
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat pagi, MI.

Sesak napas adalah kondisi ketika paru-paru tidak mengembang secara sempurna, sehingga tubuh tidak mendapat asupan oksigen yang cukup. Penyebab sesak napas sangat beragam, mulai dari gangguan paru-paru, lambung, jantung, ginjal, atau organ-organ lainnya. Pada kasus teman Anda, apabila sesak napas disertai demam, kemungkinan besar penyebabnya adalah gangguan paru-paru.

Berikut adalah gangguan paru-paru yang mungkin menyebabkan sesak napas, batuk, dan demam:

  • COVID-19, yang disebabkan Coronavirus dan menjadi wabah saat ini
  • Bronkhitis, yaitu peradangan saluran bronkus pada paru-paru
  • Pneumonia, yaitu peradangan kantung paru-paru karena infeksi virus atau bakteri
  • Asma eksaserbasi akut, yaitu penyempitan sementara saluran napas karena pemicu alergen tertentu
  • TBC, adalah infeksi paru yang disebabkan oleh bakteri tahan asam Mycobacterium tuberculosis

Karena saat ini sedang wabah, jika kondisi teman Anda masih bergejala ringan, sebaiknya tinggal di rumah dulu dan jangan ke luar, ya. Lakukan karantina mandiri selama 14 hari dengan mengonsumsi makanan bergizi dan suplementasi vitamin C 1000 mg per hari, minum air putih yang cukup, dan tidak begadang. Jangan lupa untuk mengelola stres dan berolahraga ringan. Untuk menjaga kebersihan, harap rutin mencuci tangan di bawah air mengalir, ya.

Jika selama 14 hari gejala memberat, disarankan teman Anda menelepon ke 119 ext 9 untuk mengetahui apakah perlu memeriksakan diri ke rumah sakit rujukan COVID-19.

 

Terima kasih, semoga bermanfaat.

Salam sehat,
dr. Sylvia V

Postingan membutuhkan waktu beberapa saat untuk tampil
(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Panic buying di supermarket terjadi karena emosi

Penjelasan Ahli Mengenai Perilaku Panic Buying di Tengah Pandemi Virus Corona

Panic buying marak terjadi di kalangan masyarakat dunia, termasuk di Indoneisa sejak meningkatnya angka pasien positif virus corona. Para ahli menanggapi hal ini dengan berbagaimacam sisi, mulai dari emosi hingga kebutuhan.