22 Dec 2020, 18:07Pernapasan

Sesak dan lelah apakah pengaruh dari penyakit atau obat ?

V
Info Penanya: V0
Dok 3 minggu lalu sy msuk rs krna pernpasan, dn hasil diagnosa dokter adlh gerd dn bronkitis(stelh dixray). Kluar rs diksih obat antibiotik&omeprazole stlh itu mmbaik tpi kadang gelisah dn lemas, minggu brikutnya sy kontrol antibiotik&omeprazole dihentikan tnggl dikasih vitamin sma pnmbah darah.stlh itu sesak sy dtg lg minggu brikutnya sy kontrol lg omeprazole(1x1)diresepkan lgi ditmbah clobazam(1/2x1). Udh sy konsumsi tpi skrng sy mudah lelah nyapu teras aja lngsung lelah disertai sulit bernafa
300 Views
0 Balasan
SehatQ
Dijawab Oleh  dr. Pany
(0)
Selamat siang VG,Bronkitis merupakan penyakit dimana adanya peradangan pada bronkus pada paru yang bisa diakibatkan infeksi bakteri, virus, maupun jamur. Pemeriksaannya biasa dilakukan rontgen paru dan tes darah lengkap ditambah dengan gejala sesak, demam, lemas, pusing, dan disertai batuk berdahak. Pengobatannya diberikan antibiotik dan bronkodilator untuk membuka jalan nafas hingga infeksi membaik atau sembuh.Nafas sesak membuat otot-otot pernafasan bekerja paksa dan membuat tekanan diafragma meningkat dan membuat asam lambung naik. Selain itu obat antibiotik juga memiliki efek samping mengiritasi asam lambung. Riwayat penyakit maag sebelumnya juga bisa menimbulkan GERD (gastroesophageal reflux disease) karena asam lambung yang mengiritasi katup pemisah kerongkongan dan lambung sehingga asam lambung naik ke atas dan menyebabkan rasa sesak dan panas di dada. Karena itu VG juga diberikan omprazole yang merupakan obat golongan PPI untuk mengurangi produksi asam lambung.Rasa sesak yang kembali muncul bisa dipicu karena stres dan kecemasan serta pola makan tidak sehat sehingga asam lambung kembali meningkat. Clobazam merupakan obat penenang untuk mengurangi stres dan kecemasan serta sulit tidur. Efek sampingnya adalah mengantuk, lemas, pusing, gangguan keseimbangan, BAB susah, dan nafsu makan meningkat atau menurun.Untuk itu sebaiknya VG menghindari stres dan kecemasan serta menerapkan pola makan teratur dan berolahraga rutin untuk menghindari kekambuhan penyakit. VG dapat berkonsultasi ke dokter spesialis penyakit dalam untuk masalah GERD. Bila terdapat stres dan kecemasan berlebih yang sulit diselesaikan anda bisa berkonsultasi dengan psikolog atau dokter spesialis kejiwaan (psikiater).Semoga bermanfaat. Salam sehat.dr. Pany CL
stresgerdbronkitisgeneralized anxiety disorder
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)
Balas
Postingan membutuhkan waku beberapa saat untuk tampil

Forum Tanya Dokter

(maks. 500 karakter)
Postingan membutuhkan waktu beberapa saat untuk tampil