Sesak nafas dan kejang setelah bangun tidur

L Info Penanya: L, Wanita, 32 Tahun
Dok mau nanya. Sayap unya keluhan sejak 4 hari terakhir saya kerap merasa sesak nafas dan kejang-kejang setiap bangung tidur. Saya pikir karena kecapean, tapi setiapkali bangun tidur nafas saya tidak teratur dan bikin mata terasa berputar-putar. Mohon informasinya dok, saya terkena gejala apa ya? Sebelumnya terima kasih.
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat siang L,

Kejang berupa gerakan tangan atau kaki menjadi kaku-kaku seringkali disertai dengan penurunan kesadaran atau tidak sadar. Mungkin yang Anda maksud/ rasakan adalah kram pada anggota gerak yang juga dirasakan sebagai kekakuan badan.

Sedangkan untuk keluhan sesak napas merupakan perasaan napas terasa berat, atau cepat dengan frekuensi 24 kali per menit. Keluhan ini banyak penyebabnya antara lain :

  1. GERD. Merupakan kelainan dimana asam lambung meningkat dan naik ke tenggorokan sehingga dada terasa berat seperti ditindih, sesak, panas, atau sering bersendawa dan tenggorokan terasa asam.
  2. Sumbatan pembuluh darah jantung.
  3. Infeksi paru-paru.
  4. Obesitas.
  5. Stres.

Karena penyebabnya belum jelas, sementara yang dapat Anda lakukan adalah :

  1. Hindari makan terlalu kenyang, makan dengan porsi kecil namun sering.
  2. Hindari makan sebelum tidur, maksimal makan 3 jam sebelum tidur.
  3. Hindari makanan pedas, asam, berlemak, kafein, alkohol.
  4. Kurangi stres.
  5. Jaga berat badan seideal mungkin.
  6. Tidur dengan posisi miring ke kiri.
  7. Olahraga secara teratur agar badan tidak mudah kram.

Bila keluhan menetap atau semakin parah, maka segera periksa ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Salam sehat,

dr. Vina

Postingan membutuhkan waktu beberapa saat untuk tampil
(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Anak berusia 6 bulan-5 tahun berisiko mengalami kejang demam

Seberapa Bahaya Kejang Demam pada Anak?

Saat mengalami kejang demam, anak akan menjadi kaku, mengejang, dan matanya terbelalak. Anak juga akan mengalami gangguan pernapasan. Kondisi ini dapat terjadi pada anak berusia 6 bulan-5 tahun, meski paling sering pada anak berusia 12-18 bulan. Akan tetapi, hanya sebagian kecil anak-anak yang mengalami kejang demam.