Sering pusing berbaring setelah berdiri

PB Info Penanya: PB, Pria
Dok, kepala saya sering pusing apabila saya dalam keadaan tidur setelah berdiri, dan kepala saya pusing dok.. penyakit apa yang saya derita dok?
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat sore, PB

Terima kasih atas pertanyaannya.

Kemungkinan gejala Anda terkait perubahan posisi akibat berubahnya tekanan darah. Disebut juga orthostatic hypotension. Pada kasus berat bisa sampai pandangan gelap atau pingsan. Biasanya berlangsung sementara dan tidak sampai beberapa menit. Namun bila berlangsung lebih lama, maka Anda sebaiknya memeriksakan diri dengan dokter. 

Bila kejadiannya baru akhir-akhir ini maka bisa disebabkan karena kekurangan cairan / dehidrasi, kadar gula darah rendah, kepanasan atau terlalu banyak berbaring/berdiri. Gejala lainnya bisa ada gangguan penglihatan, mual dan lemas.

Pada saat Anda berdiri, gravitasi menyebabkan darah berkumpul di kaki dan perut dan tekanan darah menjadi rendah. Sehingga jantung dan pembuluh darah di leher memberi reaksi dengan detak jantung meningkat agar darah dipompa lebih banyak dan tekanan darah menjadi stabil. 

Kondisi klinis yang bisa mengakibatkan gejala Anda seperti dehidrasi karena menurunnya volume darah. Gangguan jantung seperti gangguan irama atau pompa jantung. Gangguan hormon seperti tiroid atau kadar gula darah rendah sehingga sinyal yang mengatur tekanan darah terganggu. Atau bisa juga pada beberapa gangguan saraf. Faktor lainnya seperti obat-obatan rutin untuk tekanan darah atau sakit jantung. Lebih jelasnya dapat anda baca di tautan mengenai hipotensi ortostatik.

Salam Sehat,

dr. Andre Zaini

Postingan membutuhkan waktu beberapa saat untuk tampil

Diskusi Terkait di Forum

(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Pingsan adalah keadaan di mana seseorang kehilangan kesadaran sementara secara tiba-tiba

Apa yang Menyebabkan Orang Sering Pingsan?

Pingsan adalah keadaan di mana seseorang kehilangan kesadaran sementara secara tiba-tiba. Penyebab pingsan adalah hipoksia atau kurangnya oksigen pada otak, hipotensi (tekanan darah rendah), dan keracunan karbon monoksida.