Sering menangis tiba-tiba sejak 6 tahun yang lalu, bagaimana mengatasinya?

MN Info Penanya: MN, Wanita, 2019 Tahun
Selamat sore dokter., saya mau tanya mengenai yang saya alami saat ini. Akhir2 ini saya seringkali menangis tiba-tiba dan sedikit sulit untuk berhenti, saya bisa menangis sampai lebih dari 30 menit tanpa tahu alasannya. Setelah menangis biasanya kepala saya sakit. Kadang-kadang sebelum menangis, saya merasa nafas saya berat dan merasa sulit menelan ludah, dan badan saya terasa lemas dan tangan saya gemetar. Saya sempat cari di internet dan menemukan bahwa gejala2 yg saya alami adalah serangan panik. sekitar satu minggu ini saya mengalami gejala2 itu di kelas atau sedang kumpul shingga saya sulit berkonsentrasi dan terkadang harus pergi ke kamar mandi untuk menangis. Ketika di kelas saya juga sering merasakan tidak enak pada tengkuk dan punggung sehingga sering meregangkannya.Sebenarnya saya sudah mengalami gejala2 ini dari 6 tahun lalu setelah mama saya meninggal, beberapa kali terjadi selama kurun waktu tsb tetapi saya dulu tidak pernah mencari tahu apa yg saya alami dan tidak pernah sesering ini. Saya ingin bertanya apakah benar ini serangan panik dan bagaimana cara mengatasinya
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat malam, MN

Terima kasih atas pertanyaannya.

Mengingat pencetus gejala anda adalah kehilangan figur orangtua yang sudah terjadi 6 tahun yang lalu. Maka kategori anda bukan lagi serangan panik tapi sudah menjadi suatu sindrom kelainan panik. Beberapa tanda gangguan panik adalah :

  • sering mengalami serangan panik yang tidak terduga
  • setidaknya satu serangan diikuti kambuhan dalam waktu 1 bulan atau anda cemas dapat kambuh kembali
  • takut akan konsekuensi dari serangan panik seperti hilang kendali, serangan jantung atau menjadi gangguan jiwa.

Serangan yang anda alami bukan dari obat-obatan, kondisi klinis atau gangguan kesehatan mental. Tapi jika tidak diobati sindrom ini bisa menjadi fobia. Perawatannya dengan psikoterapi atau bicara dengan tenaga psikolog. Anda akan diajarkan cara memahami dan mengatasi bila ada serangan panik. Selain itu anda akan diajarkan Cognitive Behavioural Therapy atau terapi perilaku kognitif. Kebetulan yang mengajarkan saya psikolog yang enak dipandang jadi sampai sekarang masih teringat. Dan mungkin memerlukan waktu beberapa sesi sampai anda merasakan manfaatnya.

Kalau tidak diperlukan sebaiknya menghindari obat-obatan karena efek sampingnya dapat menumpulkan kerja otak anda. Semua obat memiliki risiko efek samping, dan beberapa mungkin tidak direkomendasikan dalam situasi tertentu, seperti kehamilan. Bicarakan dengan Dokter Spesialis Psikiatri tentang kemungkinan efek samping dan risikonya.

Salam Sehat,

dr. Andre Zaini

(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Delusi merupakan suatu kepercayaan yang kuat akan sesuatu namun tidak sesuai dengan kenyataannya

Mengenal 6 Jenis Delusi

Delusi adalah suatu kepercayaan yang kuat akan sesuatu namun tidak sesuai dengan kenyataannya. Delusi dapat dialami oleh penderita skizofrenia, psikosis, dan bipolar. Delusi memiliki 6 jenis yang mungkin tiap penderita berbeda-beda dalam mengalaminya.