Sering self harm, apa yang sebaiknya saya lakukan?

ER Info Penanya: ER, Wanita, 23 Tahun
Dok, waktu smp saya suka menggores lengan saya pake kaca kl sedang emosional berlebihan, baik marah ataupun sedih. Semakin besar, saya bisa mengontrolnya sedikit dengan tidak melukai menggunakan pecahan kaca. Tapi setiap saya marah ataupun sedih, saya akan memukul anggota tubuh saya. Akhir-akhir ini saya juga sering bicara dengan pikiran saya sendiri. Jadi, otak saya akan bertanya dan mulut saya menjawab tanpa suara.Mohon bantuannya kira kira apa yang sebaiknya saya lakukan?
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat pagi, ER

Terima kasih atas peranyaan Anda

Self harm atau self injury merupakan suatu prilaku yang melukai atau menyakiti diri sendiri dan dilakukan dengan sengaja. Adapun benda yang dilakukan untuk melukai atau menyakiti diri ini bisa berupa benda tumpul ataupun benda tajam, sehingga dapat menimbulkan sebuah luka ringan bahkan sampai luka berat yang dapat mengakibatkan kematian. 

Self harm ini biasanya terjadi sebagai usaha untuk melampiaskan emosi yang sedang dihadapi, seperti saat merasa cemas, marah, stres, depresi, kesepian, putus asa atau bahkan kerena membenci diri sendiri. 

Adapun bererapa masalah yang dapat menyebabkan luapan emosi tersebut adalah sebagai berikut:

  • Adanya trauma secara psikologis, seperti pada saat kehilangan orang yang sangat dicintai
  • Adanya masalah sosial
  • Adanya gangguan mental, seperrti depresi, PTSD, dan lain sebagainya

Terkait dengan pertanyaan Anda, walaupun saat ini Anda sudah berusaha lebih mengontrol emosi Anda namun masih tetap menyakiti diri sendiri dengan cara memukul diri Anda. Hal tersebut juga termasuk self harm. Jika hal ini sudah berjalan cukup lama, dan menggangu diri Anda, kehidupan sosial anda, serta membahayakan diri sendiri dan orang lain maka sebaiknya segera bicarakan dengan keluarga untuk memeriksakan diri Anda ke dokter spesialis jiwa. Agar, mendapatkan pemeriksaan, konseling dan terapi yang sesuai dengan kondisi Anda.

Pastikan Anda tetap berusaha berpikiran positif, hindari stres dan kelelahan fisik, mengonsumsi makanan yang bergizi seimbang, mencukupi kebutuhan cairan harian serta melakukan olahraga ringan agar badan bugar. 

Semoga bermanfaat.

 

Salam sehat,

 

dr. Dian

Postingan membutuhkan waktu beberapa saat untuk tampil
(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Depresi adalah gangguan mental yang menjadi penyebab kecacatan tertinggi kedua setelah HIV/AIDS

Penyebab Depresi dan Perbedaannya Berdasarkan Jenis Kelamin

Penyebab depresi cukup berbeda di antara wanita dan pria. Dalam penyebab depresi pada wanita, depresi dapat dipengaruhi oleh faktor biologis, ekspektasi sosial, dan lain-lain. Sementara dalam penyebab depresi pada pria dipengaruhi oleh penggunaan obat terlarang, kekerasan seksual sewaktu kecil, dan lain-lain.