Kotoran telinga masuk terlalu jauh, harus bagaimana?

RP Info Penanya: RP, Wanita, 1 Tahun
Sakit yg berlebihan karena kotoran telinga masuk terlalu jauh.. Apa yg harus saya lakukan
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat siang, RP.
Terima kasih atas pertanyaan Anda di forum SehatQ.

Kotoran telinga, atau dalam bahasa medis dikenal dengan istilah serumen, adalah debu, sel kulit mati, atau benda asing yang tertangkap oleh rambut-rambut halus di liang telinga, sehingga tidak masuk lebih dalam lagi. Produksi kotoran telinga adalah salah satu cara mekanisme tubuh untuk menghalau benda asing yang ingin masuk ke tubuh melalui telinga. 

Terdapat kotoran telinga yang normal dan tidak normal. Kotoran berwarna kuning keputihan atau kuning cenderung jingga adalah kotoran yang baru saja terbentuk dan normal. Semakin gelap warnanya, berarti kotoran tersebut semakin lama berada di liang telinga. 

Kotoran telinga yang menumpuk di liang telinga mampu menimbulkan masalah, dengan gejala sebagai berikut:

  • Liang telinga terasa gatal
  • Telinga berdenging
  • Pendengaran berkurang

Pada beberapa kasus yang parah, juga terjadi nyeri kepala

Jika Anda mengalami hal serupa, lakukan hal-hal di bawah ini:

  • Jangan mengorek telinga dengan cotton bud, karena ini akan membuat kotoran telinga masuk semakin dalam
  • Jaga agar telinga tidak kemasukan air
  • Berkonsultasi ke dokter spesialis THT untuk mendapatkan penanganan, berupa pengeluaran kotoran dengan alat khusus, dan obat tetes telinga jika dibutuhkan

Semoga bermanfaat.

 

Salam sehat,
dr. Sylvia V

 

Postingan membutuhkan waktu beberapa saat untuk tampil
(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Pastikan Anda selalu mengatasi telinga berdarah di rumah sakit.

Jangan Anggap Sepele, Telinga Berdarah Bisa Disebabkan 6 Penyebab Serius Ini

Telinga berdarah tidak melulu muncul akibat luka yang ada pada kulit telinga. Bisa jadi, penyakit serius sedang “menghantui” bagian dalam telinga, sehingga darah pun keluar dari sana. Cari tahu penyebabnya, untuk memudahkan Anda menentukan langkah medis selanjutnya.