Sesak napas, pilek, demam, apakah corona?

US Info Penanya: US, Pria, 18 Tahun
Malam Dok saya mau tanya saya sedang mengalami sesak nafas dan pilek lobang sebelah kiri dan panas dan saya sering merasa nyeri di bagian dada sebelah kiri Ngomong " ini penyakit apa ya dok dan saya lemas,,dengan ada nya waba ini saya merasa kuatir penyakit apa ya dok
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat siang, US.

Coronavirus adalah penyebab wabah yang saat ini terjadi. Tahun 2019 kemarin, ditemukan jenis baru Coronavirus yang bernama SARS-CoV-2 dan menyebabkan penyakit bernama COVID-19. Dimulai dari negara Cina, kini penyakit tersebut sudah menyebar hampir ke seluruh negara-negara di dunia. WHO menetapkan penyakit ini sebagai pandemi.

Di Indonesia, sampai saat ini tanggal 3 Mei 2020, COVID-19 sudah menyerang lebih dari sepuluh ribu orang. Orang-orang yang mengalami penyakit ini biasanya akan mengalami demam, sesak napas, dan batuk kering. Pada sebagian kasus, gejala tersebut juga disertai dengan pilek dan nyeri tenggorokan. 

Terkait pertanyaan Anda, keluhan yang Anda rasakan bisa saja disebabkan oleh COVID-19, apalagi jika Anda tinggal di kota transmisi lokal. Tetapi, selain COVID-19, keluhan bisa saja disebabkan oleh penyakit lain seperti pneumonia, bronkhitis, atau tuberkulosis. 

Untuk saat ini, sebaiknya Anda lakukan karantina mandiri selama 14 hari. Apabila selama 14 hari gejala semakin berat, Anda bisa menghubungi 119 ext 9 untuk mengetahui perlu atau tidaknya memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan rujukan. Jangan lupa selalu konsumsi makanan bergizi dan vitamin C, minum air putih yang cukup, tetap bergerak aktif, tidak begadang, dan hindari stres saat melakukan karantina mandiri.

Terima kasih, semoga bermanfaat.

 

Salam sehat,
dr. Sylvia

Postingan membutuhkan waktu beberapa saat untuk tampil
(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Apakah berhubungan seks di tengah pandemi corona aman

Berhubungan Seks di Tengah Pandemi Corona, Amankah?

Berhubungan seks di tengah pandemi corona menjadi suatu kecemasan tersediri bagi banyak pasangan. Ketakutan akan tertularnya virus ini masih menjadi alasan utamanya.