Sakit kepala 3 hari berturut turut kenapa ya?

WA Info Penanya: WA, Wanita, 18 Tahun
Sakit kepala sebelah 3 hari berturut-turut setiap pagi, apakah itu tidak papa??
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat malam WA.

Terimakasih atas pertanyaannya di SehatQ. 

Saya  akan membantu menjawab pertanyaan Anda. 

Sakit kepala adalah keluhan yang paling sering dialami banyak orang. Sakit kepala sendiri banyak jenisnya. Tiap jenis memiliki karakteristik yang berbeda beda dan kualitas nyeri yang berbeda beda. 

Berdasarkan penyebabnya, sakit kepala pada umumnya dapat dikelompokan menjadi 2, yaitu sakit kepala primer dan sekunder. Sakit kepala primer adalah sakit kepala yang paling sering dikeluhkan dibandingkan dibandingkan sakit kepala sekunder. 

Sakit kepala primer adalah sakit kepala yang tidak disebabkan oleh kondisi medis lain. Yang termasuk sakit kepala primer antara lain :

  • Tension-Type Headache/Sakit kepala tipe tegang : Sakit kepala tipe tegang adalah sakit kepala yang paling sering dirasakan setiap orang. Nyeri kepala tipe ini biasanya hilang timbul, dan terkadang kambuh kambuhan. Gejala sakit kepala ini biasanya berupa sakit kepala pada kedua sisi kepala, kepala seperti diikat kencang, tegang pada otot leher dan tekanan di belakang mata. Sakit kepala tipe tegang biasanya bersifat ringan hingga sedang dan kadang tidak begitu mengganggu. Sakit kepala tipe ini dapat berlangsung selama 30 menit hingga beberapa jam saja. Namun, rasa sakit ini dapat juga bertahan selama beberapa hari bahkan kambuh kambuhan. Stress, kelelahan, dan kontraksi otot di kulit kepala dan leher adalah salah satu pemicu sakit kepala tipe tegang. Kecemasan dan depresi juga dapat memicu nyeri kepala tipe ini. 
  • Migrain : Sakit kepala pada migrain Migrain, bersifat lebih kompleks. Migrain dapat terjadi berulang. Karakteristik Migrain adalah rasa sakit berdenyut pada satu sisi kepala, nyeri kepala dapat berlangsung 4-72 jam, dapat disertai dengan mual, muntah dan peningkatan kepekaan terhadap cahaya dan suara. Sifat nyeri pada migrain dari sedang hingga berat, hingga dapat mengganggu aktivitas. Penyebab migrain belum dapat dipastikan, namun gangguan di saraf otak, dan juga gangguan pada aliran darah otak merupakan salah satu penyebab migrain. 
  • Sakit kepala tipe cluster : Sakit kepala cluster merupakan sakit kepala luar biasa di satu sisi kepala yang menimbulkan rasa sakit di sekitar mata, di atas mata, dan di daerah belakang mata. Sakit kepala cluster dapat berlangsung hingga berhari hari bahkan berbulan bulan. Nyeri kepala bersifat berat, dan dapat berlangsung 15-20 menit sekali tiap hari, dan biasanya berlangsung di jam yang sama. Namun sakit kepala juga dapat terjadi hingga sampai 8 kali sehari. Gejala lain biasanya mata memerah, bengkak pada kelopak mata, keringat di wajah. Penyebab dari sakit kepala cluster masih belum dapat diketahui secara pasti. Pencetus dari sakit kepala cluster dapat berupa stres, alergi, perubahan iklim, merokok, konsumsi alkohol, dan lain lain. 

Sakit kepala sekunder adalah sakit kepala akibat kondisi medis tertentu yang diderita. Beberapa penyebab sakit kepala sekunder antara lain

  • Meningitis : Infeksi pada selaput otak yang menyebabkan sakit kepala, demam, leher kaku, kesadaran menurun
  • Keganasan
  • Trauma / kepala terbentur

Untuk memastikan penyebab sakit kepala Anda saya sarankan berobat ke dokter spesialis saraf agar dilakukan wawancara lebih dalam dan dilakukan pemeriksaan secara langsung. Dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan darah lengkap, CT scan, atau MRI apabila dibutuhkan. Penyebab yang berbeda tentunya akan membutuhkan penanganan yang berbeda. 

Selama dirumah, Anda bisa melakukan hal dibawah ini untuk meredakan sakit kepala Anda 

  1. Istirahat cukup.
  2. Hindari minuman berkafein seperti kopi atau teh.
  3. Jika nyeri tak tertahankan dapat meminum paracetamol untuk meredakan nyeri sementara.
  4. Jangan tidur larut malam.
  5. Hindari stress.
  6. Jalani gaya hidup sehat.
  7. Olahraga teratur.
  8. Makan makanan bergizi dan hindari junk food/ makanan cepat saji.
  9. Berhenti merokok.
  10. Hindari mengonsumsi alkohol.

Jika Anda mengalami kondisi seperti :

  • Sakit kepala yang berlangsung mendadak dan sangat parah.
  • Sakit kepala disertai demam, leher kaku, tidak sadar, kebingungan, kejang, penglihatan ganda, pandangan kabur, kelemahan, mati rasa, atau kesulitan berbicara.
  • Sakit kepala setelah cedera kepala, dan jika sakit kepala memburuk.
  • Sakit kepala kronis yang memburuk setelah batuk, atau munculnya gerakan tiba-tiba.

Segera lakukan pemeriksaan ke dokter agar dilakukan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut. 

Semoga bermanfaat

Salam sehat, 

dr. Sandy Aditya P. 

(maks. 500 karakter)