Haid tidak teratur, apakah mempengaruhi program kehamilan ?

RY Info Penanya: RY, Wanita, 25 Tahun
Dok, saya sebelum nikah haid tidak teratur kadang sebulan tidak haid, apa itu mempengaruhi kalo mau hamil
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat pagi, RY.

Haid yang tidak teratur adalah keadaan datangnya haid yang tidak beraturan setiap bulannya dalam siklus menstruasi seseorang wanita. Siklus menstruasi normal sendiri umumnya berkisar antara 21-35 hari, dengan periode 3-8 hari setiap hadi nya.

Adapun beberapa faktor penyebab siklus menstruasi yang tidak teratur, diantaranya adalah :

  • faktor keturunan atau genetik
  • stres
  • kelelahan
  • konsumsi dan penggunaan obat-obatan tertentu
  • bobot tubuh yang terlalu berlebih atau terlampau kurang
  • kondisi medis dan penyakit tertentu seperti sindroma polikistik ovarium (PCOS), endometriosis, kista dan lain-lainnya

Mengenai pertanyaan Anda, haid yang tidak teratur dapat mempengaruhi program kehamilan jika disebabkan oleh faktor yang lebih serius seperti penyakit. Sebagai contohnya adalah penyakit endometriosis dan PCOS dengan gangguan keseimbangan hormon yang berat. Diperlukan terapi yang khusus yang intensif untuk menangani keadaan pada penyakit tersebut agar dapat meningkatkan peluang kehamilan. Adapun untuk keadaan yang ringan, umumnya perubahan pola hidup dan terapi minimal dapat memperbaiki gangguan yang dialami. 

Untuk memastikan penyebab dari keadaan yang Anda alami, diperlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter Spesialis Kandungan.

Untuk sementara Anda dapat mencoba mengatasi keluhan haid tidak teratur Anda dengan cara alami pada artikel berikut.

Demikian yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat dan terimakasih telah menggunakan layanan aplikasi SehatQ. Salam sehat, dr. Rahmita Dewi
Postingan membutuhkan waktu beberapa saat untuk tampil
(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Jantung janin akan dicek oleh dokter perinatologi di tiap pemeriksaan prenatal

Kunjungi Dokter Perinatologi untuk Masalah Kehamilan Berisiko Tinggi

Dokter perinatologi khusus menangani kehamilan berisiko tinggi. Selain merawat calon ibu yang mengalami gangguan kesehatan, ia juga bertugas menjaga bayi baru lahir yang mengalami masalah medis.