13 Nov 2020, 23:58Pernapasan

Rapid test reaktif, apa artinya?

NA
Info Penanya: NA0
Dok sy sebelumnya demam, penciuman sempat hilang selama 2hari, akhirnya sy rapid test dan hasilnya non reaktif terus seminggu kemudian demam saya masih semakin malam semakin tinggi karna aktivitas yg padat akhirnya badan pun kelelahan sy coba berobat ke praktek dokter di sarankan cek darah hasilnya saya positif tipes tapi sy tetep beraktifitas seperti biasa dan kondisi sy semakin lemah Demam hilang timbul kepala pusing diare kemudian rapid test lagi Hasilnya reaktif ini gmn y dok ?
1146 Views
0 Balasan
SehatQ
Dijawab Oleh  dr. Sylvia V
(0)
Selamat siang, NA.Rapid test adalah salah satu metode pemeriksaan untuk mendeteksi ada tidaknya antibodi terhadap SARS-CoV-2 di dalam tubuh. Ada dua jenis antibodi yang umum dideteksi, yaitu IgM (terdeteksi mulai dari sekitar tiga hari setelah terinfeksi) dan IgG (terdeteksi mulai dari sekitar 7 hari setelah terinfeksi).Apabila pada saat pertama kali Anda mengalami gejala kehilangan penciuman rapid test masih negatif, maka bisa saja Anda sudah terinfeksi, namun belum terbentuk antibodi. Sedangkan pada saat kedua kali Anda rapid test, yaitu sekitar tujuh hari setelahnya, antibodi sudah terdeteksi dan rapid test menampilkan hasil yang positif. Demam dan diare yang Anda alami bisa saja merupakan gejala COVID-19.Untuk itu, disarankan Anda mengonfirmasi hasil rapid test Anda dengan melakukan PCR. Lalu, sambil menunggu hasil PCR, lakukan hal-hal berikut:
  • isolasi mandiri di rumah dan menjaga jarak dengan anggota keluarga lain
  • gunakan masker kain tiga lapis atau masker medis
  • rajin mencuci tangan dan tidak menyentuh benda-benda di sekitar
  • mengonsumsi buah dan sayur-mayur agar kekebalan tubuh meningkat
  • tidur cukup 7-9 jam per hari
  • berjemur sinar matahari minimal 15 menit per hari
  • bergerak aktif minimal 30 menit per hari
  • mencari bantuan medis ke fasilitas kesehatan apabila timbul demam tinggi, sesak napas, atau gejala berat lainnya
Semoga bermanfaat. Salam sehat,
dr Sylvia
infeksi saluran pernapasancoronavirusvaksin corona
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)
Balas
Postingan membutuhkan waku beberapa saat untuk tampil

Forum Tanya Dokter

(maks. 500 karakter)
Postingan membutuhkan waktu beberapa saat untuk tampil