Pusar bau bagaimana menanganinya?

KK Info Penanya: KK
Dok, kenapa pusar Saya sedikit nyeri, basah Dan bau, bagaimana Cara mengatasinya Dan membersihkanya
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat siang KK,

Sudah rutin mandi kenapa pusar masih berbau dan mengeluarkan cairan sehingga tampak basah bahkan bisa terasa nyeri?

Penyebab pusar yang bau bisa disebabkan oleh beberapa hal seperti :

  1. Infeksi bakteri.
  2. Kurangnya menjaga kebersihan, sehingga pusar sering dalam kondisi lembab.
  3. Adanya kista. Kista yang sering muncul pada pusar adalah kista epidermoid, kista pilar, dan kista sebacea.
  4. Infeksi jamur. Biasanya muncul pada orang dengan kelebihan berat badan atau kencing manis.
  5. Pemakaian tindik pada pusar. Pemakaian anting pada pusar seringkali menimbulkan infeksi karena bagian pusar sering bergesekan dengan celana atau baju sehingga pusar menjadi lecet.

Yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi keluhan tersebut atau cara membersihkan pusar yang benar adalah dengan cara :

  1. Rutin menjaga kebersihan badan terutama pusar dengan cara saat mandi jangan lupa pusar digosok secara perlahan untuk membuang sisa-sisa kulit yang mengelupas, keringat serta kotoran. Setelah selesai mandi lap pusar menggunakan handuk.
  2. Hindari mengoleskan pelembab di sekitar pusar.
  3. Jaga berat badan seideal mungkin.
  4. Hindari mengorek pusar secara paksa, bila ada bagian yang keras kompres dahulu menggunakan air hangat yang sudah dicampur sedikit garam hingga kulit tersebut lunak dan mudah dibersihkan.

Bila pusar tampak kemerahan, nyeri, mengeluarkan nanah dan berbau busuk, segera lakukan pemeriksaan ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Salam sehat,

dr. Vina

 

Postingan membutuhkan waktu beberapa saat untuk tampil
(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Pusar bodong pada bayi menyebabkan perut bayi besar

Pusar Bodong pada Bayi dan Segala Komplikasi yang Mungkin Terjadi

Hernia umbilikalis atau pusar bodong adalah kondisi umum yang terjadi pada bayi. Pusar bodong pada bayi bisa disebabkan oleh berbagai hal. Kondisi ini biasanya dapat sembuh sendiri ketika usia bayi telah mencapai usia 2 tahun.