Post Trauma dan Depresi

HU Info Penanya: HU, Wanita, 2019 Tahun
Dok ..sya prnah mengalami trauma .prasaa. Hancur..rasa ingin bunuh diri .tapi ortu sy sllu memberi support..akhir nya perlahan smngat sya hadir..tapi sy sllu Merasa ada yg tidak beres Dgan kesehatan mental sya..ketika. Sya memiliki beban atau mengurus suatu hal sya sperti depresi .pikiran sya tidak menentu arah, hati sya bergejolak, akal sya seperti antara tidak merespon yg d katakan org tapi sy ttap berusaha merespon dan berusaha menyadarkan diri ini..tapi sya lelah keadaan bgini dok..apa yg terjadi pada kesehatan sy dok?
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat sore, HUA

Dari cerita anda, tampaknya anda mengalami gejala depresi dan/atau (post traumatic stress disorder) PTSD. Gejalanya serupa seperti sulit tidur, mudah marah, hilang perhatian terhadap lingkungan dan orang sekitar. Keduanya bisa terjadi bersamaan dan perawatannya bersifat jangka panjang.

Depresi bersifat datang dan pergi selama bertahun-tahun. Semakin bertambah setelah melalui suatu event yang memberi stres berat pada diri anda. Gejala yang bisa timbul :

  • merasa sedih atau putus asa
  • tidak ada perasaan senang dari hal-hal yang sebelumnya membuat anda senang
  • sering merasa mengantuk dan tidur terlalu banyak
  • merasa lelah atau kurang tenaga
  • tidak nafsu makan atau makan terlalu banyak
  • merasa cemas dan gelisah
  • sulit fokus dan membuat keputusan
  • merasa rendah diri dan merasa bersalah
  • memikirkan tentang kematian atau bunuh diri

PTSD timbul setelah suatu kejadian trauma berat, misalnya hampil kehilangan nyawa, pelecehan seksual, pelecehan masa kecil atau kekerasan di rumah tangga. Bisa terhadap diri sendiri atau orang lain. Beberapa hal yang timbul :

1. kenangan yang tidak diinginkan : sering mengalami flashback dan efeknya terhadap fisik anda saat itu

2. menghindar : selalu menghindari topik, lokasi, orang-orang tertentu yang berhubungan dengan kejadiannya

3. pikiran dan mood yang buruk : merasa rendah diri dan tidak terhubung dengan lingkungan sekitar

4. perubahan reaksi emosi dan fisik: mudah ketakutan dan kaget. melakukan hal-hal yang merusak diri sendiri seperti minuman keras dan obat-obatan. Susah tidur dan konsetrasi.

 

Sebaiknya anda melakukan konseling dan diskusi dengan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa untuk penatalaksanaan selanjutnya.

Salam Sehat,

dr. Andre Zaini

(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Cara mendidik anak berdampak terhadap psikologi perkembangan anak

Tips Mendidik Anak Berusia di Bawah 3 Tahun Berdasarkan Perkembangannya

Cara mendidik anak berdampak terhadap psikologi perkembangan anak. Tips mendidik anak sesuai dengan perkembangan mereka agar dapat mengurangi risiko anak mengalami depresi di kemudian hari.