22 Mar 2019, 01:33Kulit & Kelamin

Phimosis dan Penanganannya

FS
Info Penanya: FS, Pria, 27 Tahun
Selamat pagi dok, anak saya yang berusia tiga minggu mengalami Phimosis, apakah ada penanganan untuk Phimosis selain melakukan khitan? Terima kasih.
35316 Views
0 Balasan
SehatQ
Dijawab Oleh  Tim Dokter Sehatq
(0)
Dear Bapak FS,Phimosis adalah ketidakmampuan menarik preputium penis (kulit lebih pada ujung penis) sampai korona glans penis (leher penis). Pada anak laki-laki yang baru lahir sekitar 96% phimosis dapat terjadi karena hal yang normal yaitu karena adanya perlengketan prepuitum. Seiring bertambahnya usia dan perkembangan penis sampai anak berusia 18 tahun maka secara normal retraksi dapat dilakukan.Ada 2 jenis phimosis yaitu phimosis fisiologis yang tidak membutuhkan pembedahan (khitan, hanya perlu penanganan konservatif). Dan Phimosis patologis yang membutuhkan operasi atau khitan dalam penyembuhannya. Kejadian phimosis patologis ini lebih sedikit dibandingkan dengan phimosis fisiologis.Phimosis sebenarnya bukan masalah gawat darurat sehingga seharusnya orang tua tidak terlalu cemas dengan kondisi ini, bila Dokter dapat mendiagnosa apakah kondisi ini merupakan phimosis fisiologis atau phimosis patologis. Karena akan berbeda dalam hal pengobatan dan penanganannya.Penanaganan untuk phimosis fisiologis adalah bukan operasi, tapi konservatif yaitu :
  • Jaga kebersihan daerah sekitar preputium penis
  • Cuci dengan air hangat, dan tarik dengan lembut (ingat : dengan lembut) saat anak mandi atau setelah buang air kecil
  • Cuci dengan sabun lembut khusus untuk bayi
  • Dan lakukan hal-hal ini secara rutin sampai perlengketan pada preputium dapat dibebaskan.
  • Berikan obat anti inflamasi topikal (steroid topikal) langsung pada preputium, 2x sehari selama 4 minggu telah terbukti dapat menyembuhkan. dapatkan resep ini dari Dokter
  • Bila perlengketan terlalu kuat, maka retraksi preputium dapat dilakukan oleh Dokter Anak atau Dokter Bedah diruang prakteknya sebagai contoh, untuk selanjutnya dapat dilakukan sendiri oleh orang tua dirumah.
  • Bila pengobatan secara konservatif ini tidak membantu, sedangkan phimosis sering berulang dan menyebabkan infeksi pada anak maka dokter akan menyarankan untuk dilakukan khitan atau sirkumsisi.
Saran kamis ebaiknya kunjungi Dokter Spesialis Bedah urologi (SpU) untuk melakukan konsultasi dan penegakan Diagnosa dengan pasti. Salam Sehat
kulit sekitar kelaminbayikelamin laki-lakikutil kelamin
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)
Balas
Postingan membutuhkan waku beberapa saat untuk tampil

Forum Tanya Dokter

(maks. 500 karakter)
Postingan membutuhkan waktu beberapa saat untuk tampil