Phimosis dan Penanganannya

FS Info Penanya: FS, Pria, 27 Tahun
Selamat pagi dok, anak saya yang berusia tiga minggu mengalami Phimosis, apakah ada penanganan untuk Phimosis selain melakukan khitan? Terima kasih.
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Dear Bapak FS,

Phimosis adalah ketidakmampuan menarik preputium penis (kulit lebih pada ujung penis) sampai korona glans penis (leher penis). Pada anak laki-laki yang baru lahir sekitar 96% phimosis dapat terjadi karena hal yang normal yaitu karena adanya perlengketan prepuitum. Seiring bertambahnya usia dan perkembangan penis sampai anak berusia 18 tahun maka secara normal retraksi dapat dilakukan.

Ada 2 jenis phimosis yaitu phimosis fisiologis yang tidak membutuhkan pembedahan (khitan, hanya perlu penanganan konservatif). Dan Phimosis patologis yang membutuhkan operasi atau khitan dalam penyembuhannya. Kejadian phimosis patologis ini lebih sedikit dibandingkan dengan phimosis fisiologis.

Phimosis sebenarnya bukan masalah gawat darurat sehingga seharusnya orang tua tidak terlalu cemas dengan kondisi ini, bila Dokter dapat mendiagnosa apakah kondisi ini merupakan phimosis fisiologis atau phimosis patologis. Karena akan berbeda dalam hal pengobatan dan penanganannya.

Penanaganan untuk phimosis fisiologis adalah bukan operasi, tapi konservatif yaitu :

  1. Jaga kebersihan daerah sekitar preputium penis
  2. Cuci dengan air hangat, dan tarik dengan lembut (ingat : dengan lembut) saat anak mandi atau setelah buang air kecil
  3. Cuci dengan sabun lembut khusus untuk bayi
  4. Dan lakukan hal-hal ini secara rutin sampai perlengketan pada preputium dapat dibebaskan.
  5. Berikan obat anti inflamasi topikal (steroid topikal) langsung pada preputium, 2x sehari selama 4 minggu telah terbukti dapat menyembuhkan. dapatkan resep ini dari Dokter
  6. Bila perlengketan terlalu kuat, maka retraksi preputium dapat dilakukan oleh Dokter Anak atau Dokter Bedah diruang prakteknya sebagai contoh, untuk selanjutnya dapat dilakukan sendiri oleh orang tua dirumah.
  7. Bila pengobatan secara konservatif ini tidak membantu, sedangkan phimosis sering berulang dan menyebabkan infeksi pada anak maka dokter akan menyarankan untuk dilakukan khitan atau sirkumsisi.

Saran kamis ebaiknya kunjungi Dokter Spesialis Bedah urologi (SpU) untuk melakukan konsultasi dan penegakan Diagnosa dengan pasti.

 

Salam Sehat

Postingan membutuhkan waktu beberapa saat untuk tampil

Diskusi Terkait di Forum

(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Pastikan suhu kolam renang setidaknya 32 derajat Celcius jika bayi Anda berusia di bawah 3 bulan

5 Persiapan untuk Mengajak Bayi Renang

Berenang memiliki banyak manfaat untuk bayi, salah satunya membuat tubuhnya menjadi terlatih. Namun, Anda harus mengetahui beberapa tips renang bersama bayi agar nyaman dan aman.