Apa itu gonore?

AA Info Penanya: AA, Pria, 1 Tahun
Dok saya kemarin berobat gonore. Saya berobat ke dokter spesialis kulit dan kelamin sudah 2 minggu. Minggu pertama saya di kasih doxycyline untuk 7 hari di minggu ke 2 saya di kasih doxycyline untuk 3 hari. Setelah itu saya di suruh ke laboratorium di priksa sempel cairan dari penis dan air kencing nya dan hasilnya semuanya negatif. Dan dokter bilang kamu udah bersih kamu sembuh. Tapi setelah dua hari keluar keputihan lagi di malam hari. Apa saya berobat lagi ya dok
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat pagi A,

Terimakasih atas pertanyaan Anda di SehatQ.

Gonore atau kencing nanah merupakan salah satu penyakit menular seksual. Penyebab gonore adalah infeksi bakteri Neisseria gonorrhoeae. Bakteri ini paling sering menular melalui hubungan intim, termasuk seks oral dan seks anal. Seseorang lebih mudah terkena gonore apabila sering bergonta-ganti pasangan seks.

Dalam beberapa kasus, infeksi gonore sering tidak menimbulkan gejala. Namun dalam beberpa kasus ditandai dengan gejala dengan rasa sakit atau nyeri saat buang air kecil dan keluarnya cairan kental berwarna kuning atau hijau dari vagina atau penis.

Jika Anda dipastikan mengalami gonore dengan pemeriksaan urine, swab atau darah. Pengobatan gonore adalah dengan menggunakan antibiotik, karena penyakit ini disebabkan infeksi bakteri.

Untuk mencegah gonore datang kembali, sebaiknya terapkan seks yang aman dan setia pada satu pasangan (tidak bergonti-ganti pasangan), tidak melakukan hubungan seksual di luar nikah, dan gunakan kondom jika melakukan hubungan seks. Konsultasikan lebih lanjut ke dokter kulit dan kelamin jika keluhan Anda tidak membaik.

Semoga bermanfaat,

Salam sehat,

dr. Aisyah

Postingan membutuhkan waktu beberapa saat untuk tampil
(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Salah satu tanda wanita orgasme yang sulit “dipalsukan” adalah gerakan tubuh seperti mencengkeram sprei

Sungguhan Atau Palsu? Ini Cara Mengetahui Tanda Wanita Orgasme

Tanda wanita orgasme palsu biasanya tidak ada perubahan signifikan pada pasangan, bahkan tidak memerlukan “recovery time”.