Perubahan suhu tubuh dan pengaruhnya pada tubuh, bagaimana penjelasannya?

PS Info Penanya: PS, Pria, 49 Tahun
maaf dok saya mau bertanya apa sebabnya dan bagaimana solusoinya perubahan suhu tubuh yang tiba-tiba naik dan tiba-tiba turun, dan saat suhu tubuh naik menimbulkan rasa haus dan mata terasa panas, dan saat suhu tubuh turun tubuh terasa nyaman seakan-akan seperti di bius yang menumbulkan kantuk yang kuat....mohon penjelasannya..... terimakasih dok
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat sore, PS

Terima kasih atas pertanyaannya.

Jadi suhu tubuh manusia diatur organ di otak yang disebut hipotalamus. Suhu tubuh biasanya naik pada saat metabolisme tinggi, bisa akibat aktivitas olahraga berat atau tubuh sedang melawan suatu peradangan. Peradangan paling sering disebabkan oleh infeksi. Bisa juga radang hanya bersifat lokal misalnya sedang memar akibat cedera dan kulit di sekitarnya panas. Pada infeksi selain di tempat terinfeksi, kuman bisa masuk ke aliran darah dan menyebabkan radang di seluruh tubuh sehingga timbul demam. Demam juga salah satu mekanisme tubuh untuk melawan infeksi virus. Karena virus tidak menyukai suhu tinggi sehingga pada saat terjangkit virus influenza, Anda akan terasa nyaman bila banyak minum air hangat atau makan sup hangat.

Setelah infeksi atau radangnya berkurang maka suhu tubuh akan turun kembali dan rasanya akan nyaman karena metabolisme lebih lambat dan tubuh lebih rileks. Setelah demam dan metabolisme tinggi, cadangan energi tubuh akan berkurang sehingga terasa mengantuk untuk menghemat energi. Kalau demam yang berlangsung berhari-hari berarti perlawanan tubuh Anda belum berhasil mengatasi infeksi atau radangnya. Apalagi pada infeksi demam berdarah ada fase demam dan dingin, lebih baik konsultasi langsung dengan dokter.

Salam Sehat,

dr. Andre Zaini 

Diskusi Terkait di Forum

(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Mekanisme kerja antibiotik adalah menghentikan bakteri berkembang biak sekaligus menghancurkannya

Bagaimana Mekanisme Kerja Antibiotik Agar Ampuh Lawan Bakteri?

Sebelum minum antibiotik, pastikan infeksi yang dialami memang disebabkan karena bakteri. Mekanisme kerja antibiotik bisa saja gagal membunuh bakteri apabila tubuh seseorang mengalami resistensi.