Pertolongan Pertama Untuk Kecelakaan

I Info Penanya: I, Wanita, 29 Tahun
Salam Dokter, Bagaimana memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan lalu lintas? Terima kasih.
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Dear Ibu Intan,

Kecelakaan dapat terjadi dimana saja dan sering kali tidak dapat dihindari. Apabila kita kebetulan  berada dekat dengan korban kecelakaan lalu lintas, sebagai masyarakat yang bertanggung jawab kita diharapkan dapat memberikan konstribusi dalam usaha pertolongan pertama pada korban kecelakaan lalu lintas sebelum bantuan Medis secara Profesional diberikan.

Hal – hal penting yang dapat kita lakukan adalah :

  1. Sebagai Penolong kita harus dalam keadaan siap secara fisik dan mental, tidak panik dan harus sehat.
  2. Segera hubungai Rumah Sakit, Kepolisian setempat dan masyaratat sekitar untuk pertolongan lebih lanjut.
  3. Usahakan memindahkan posisi Korban bila berada di lokasi yang berbahaya seperti dijalan raya, di sungai, di selokan, dibawah mobil dll. Hal ini untuk menghindari terjadinya kecelakaan lanjutan. Sangat penting untuk memindahkan Koban dengan tehnik tersendiri karena ditakutkan proses evakuasi yang salah dapat berakibat fatal. Bila ada tandu atau kain sarung dapat digunakan sebagai tandu, letakkan sejajar disamping tubuh dengan korban dan pindahkan korban dengan cara diguling kearah tandu, kemudian tandu diangkat oleh 4 orang pada setiap sudut secara sejajar.

Sebaiknya jangan menarik Korban karena dapat menyebabkan lepasnya persendian atau memperparah patahnya tulang bila ada.

  1. Untuk pengendara kendaraan roda 2 yang menggunakan helm, dan helm tidak lepas saat kecelakaan, sebaiknya tidak berusaha melepaskan helm secara paksa karena dapat menyebabkan patahnya tulang leher dan memperparah perdarahan di daerah kepala bila ada. Helm akan dilepaskan oleh Tenaga Medis yang memiliki keahlian.
  2. Periksa apakah korban masih dalam kondisi sadar atau tidak dengan menepuk atau menggerak-gerakkan pundaknya. Jika masih sadar, maka bantu korban untuk menemukan posisi yang paling nyaman.
  3. Sebaiknya periksa dan berikan bantuan paling awal pada korban yang kondisinya paling parah. Sebagai panduan Korban yang diam saja tidak bergerak dan tidak berteriak, kemungkinan besar adalah korban yang paling parah menderita luka.
  4. Cek apakah korban masih bernapas, dengan cara mendengar dengan telinga kearah hidung, meletakan tangan /tisu dekat lubang hidung, melihat dari arah kaki naik turunnya rongga dada waktu bernapas.
  5. Cek apakah jantung masih berdetak, dengan cara meletakkan telinga di atas dada Korban.
  6. Bila tidak ada napas dan tidak ada detak jantung, usahan memberikan Pernapasan Buatan dan Pijat Jantung (RJP = Resusitasi Jantung Paru). Keahlian sederhana ini dapat dipelajari secara khusus, dan sangat berguna pada kondisi seperti ini. Sebagai panduan sederhana :
  7. Napas buatan :
    Jepit hidung korban dan mulailah Anda mengambil napas dengan normal. Bibir Anda mengatup seluruhnya di bagian mulut korban. Hembuskan udara hingga dada korban terlihat naik kurang lebih satu detik. Beri waktu sampai dinding dada turun kembali. 
  8. Pijat jantung : Letakkan tumit salah satu tangan di tengah dada, letakkan tumit tangan lainnya di atas dengan jari-jari saling mengunci. Tekan dada dengan kedalaman empat hingga lima cm. 

Segera setelah bantuan Medis berada dilokasi, sebaiknya beristirahat dan biarkan pertolongan diambil alih oleh Tenaga Medis. Istirahat cukup, karena kejadian yang tiba – tiba ini sering menimbulkan trauma, stress sampai shock.

 

Salam Sehat

(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Risiko cedera akibat olahraga cukup banyak

7 Cedera Olahraga Paling Umum yang Harus Diwaspadai

Bagi sebagian orang, olahraga merupakan aktivitas untuk menghilangkan penat, mengembalikan mood, dan menyegarkan badan. Sayangnya, ada risiko cedera yang mengintai.