Sesak napas apa selalu corona?

SI Info Penanya: SI, Wanita, 21 Tahun
Apakah demam merupakan gejala tetap pada penderita corona?Malam dok, saya ingin tanya saya merasa sesak saat bernafas ( maksudnya ketika menghirup nafas jalan pernafasan seperti menyempit dan kemudian saya batuk2 karena itu) itu kenapa ya dok ? Soalnya kemarin saya coba ke dokter umum katanya karna faktor psikis. Apa benar seperti itu?
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat siang SI,

Corona atau COVID 19 memang marak dibicarakan akhir-akhir ini karena memang sudah menjadi kasus pandemi yang menyerang seluruh dunia, sehingga hal ini tentunya menimbulkan kecemasan.

Pada infeksi corona ditemukan gejala demam tinggi, batuk, pilek, sesak napas, nyeri menelan, badan sakit-sakit, namun bukan berarti bila ada gejala-gejala tersebut Anda pasti mengidap corona. Karena sejauh ini gejala infeksi corona memang tumpang tindih dengan gejala penyakit lainnya seperti demam berdarah, typhoid, atau infeksi paru lainnya.

Yang dapat dilakukan untuk memastikan Anda mengalami infeksi corona atau tidak adalah dengan cara melakukan pemeriksaan penunjang seperti foto rontgen dada, CT scan thorax, dan tentunya uji apus tenggorokan Anda (swab tenggorokan), namun semuanya itu tentu berdasarkan arahan dokter yang sebelumnya sudah memeriksa kondisi Anda.

Perlu diingat bahwa meski hanya keluhan ringan seperti batuk ada pilek, bisa saja carrier. Carrier artinya di dalam tubuh sudah terdapat virus corona namun jumlahnya masih sedikit dan daya tahan tubuh masih baik, sehingga tidak sampai bergejala berat seperti demam tinggi atau sesak napas. Itulah gunanya Anda harus membatasi aktivitas diluar rumah (social distancing), usahakan tetap didalam rumah bila tidak ada keperluan mendesak.

Namun sesak napas bukan berarti hanya disebabkan oleh virus corona saja, berikut ini beberapa penyakit yang dapat menimbulkan keluhan sesak napas :

  • Asam lambung yang meningkat (GERD). Adanya asam lambung yang naik ke tenggorokan akan menimbulkan keluhan sesak napas, napas terasa berat, dada panas, mual, tenggorokan terasa asam.
  • Depresi atau faktor stres berlebihan. Saat stres, kondisi daya tahan tubuh akan menurun, sehingga tubuh mudah terinfeksi, atau muncul gejala-gejala yang penyebabnya tidak jelas.
  • Infeksi paru seperti TBC.
  • Asma.
  • Sumbatan pembuluh darah jantung (jantung koroner).

Sementara yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi sesak napas itu atau mencegah virus corona adalah :

  1. Usahakan makan secara rutin, makan dengan porsi kecil namun sering. Hindari makanan yang pedas, asam, kopi, soda, alkohol, santan, kanji, serta ketan.
  2. Minum antacida bila terlambat makan, atau dada terasa panas, pengap, mual.
  3. Jangan stres.
  4. Tidur dengan posisi miring ke kiri atau dengan bantal yang agak tinggi.
  5. Rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.
  6. Hindari kebiasaan menyentuh wajah, terutama mata, hidung, bibir.
  7. Gunakan masker saat beraktivitas diluar rumah, terutama bila Anda sedang batuk pilek.
  8. Cukup tidur dan jangan bergadang.
  9. Sebisa mungkin berdiam diri di dalam rumah kecuali ada kepentingan yang mendesak.
  10. Olahraga rutin untuk menjaga kebugaran tubuh.

Bila tips di atas sudah dijalankan dan tidak ada perubahan, atau mendadak muncul demam, maka lakukan pemeriksaan ke Rumah Sakit untuk penanganan lebih lanjut. Dan pastikan Anda menggunakan masker selama perjalanan ke Rumah Sakit.

Salam sehat,

dr. Vina

Postingan membutuhkan waktu beberapa saat untuk tampil
(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Pahami peraturan ini sebelum terpaksa keluar rumah, untuk cegah virus corona.

Perlindungan Ketika Ke Luar Rumah yang Efektif Cegah Virus Corona

Tidak semua orang bisa berdiam diri di rumah, untuk mencegah virus corona (Covid-19). Ada yang masih harus beraktivitas di luar rumah demi mendapatkan nafkah. Lantas, “peraturan” apa saja yang harus dipatuhi agar tak tertular virus corona?