09 Mar 2021, 23:41Kandungan

Bagaimana cara mengetahui anak yang dikandung ?

AI
Info Penanya: AI, Wanita0
Selamat malam dok, dok saya mau tanya saya wanita usia 28 tahun saya mens dengan teratur dok, suatu hari saya berhub dengan suami saya tgl 14 juli siang sebut saja AE keluar didalam dan 2 kali berhub , kemudian 14 malam yg sama saya mabuk dan berhub dengan mantan saya DK saya lupa didalam apa diluar orgasmes nya, kemudian tgl 15 saya berhub dengan suami saya sampai tgl 16 pagi. Kemudian agustus sya tes hasil positif, yg saya tanyakan ini anak si AE atau DK dok? Terima kasih
192 Views
0 Balasan
SehatQ
Dijawab Oleh  dr. Lidya Hapsari
(0)
Selamat malam, A.Memiliki anak merupakan salah satu hadiah terindah yang diberikan Tuhan untuk melengkapi kebahagiaan keluarga. Namun memiliki anak dari hasil hubungan seksual dengan banyak pasangan membuat wanita menjadi binggung, anak siapa dan dari benih mana janin yang dikandungnya. Pentingnya menjaga kesetiaan bersama pasangan untuk menghindari hal yang membingungkan dan penularan penyakit seksual.

Bagaimana cara mengetahui anak yang dikandung ?

Janin yang dikandung merupakan hasil pembuahan yang terjadi antara sel telur dan sperma. Sperma yang berhasil membuahi sel telur tidak dapat diketahui milik siapa dan berasal dari orang yang mana kecuali dengan pemeriksaan DNA. Pemeriksaan DNA dapat dilakukan saat usia kehamilan diatas 12 minggu melalui pemeriksaan jaringan plasenta (ari-ari). Selain itu, pemeriksaan DNA bisa melalui cairan ketuban. Namun kedua pemeriksaan ini berisiko untuk kehamilan ibu karena mencetuskan infeksi maupun keguguran. Cara yang lebih aman dalam memeriksa DNA adalah dengan mengambil sampel darah ibu hamil dan menghitung fragmen DNA yang ada.Karena hasil dari pemeriksaan berisiko untuk kehamilan dan hasil yang ada juga dapat mempengaruhi psikologis ibu, maka disarankan pemeriksan DNA setelah anak yang dikandung lahir dengan sehat dan selamat. Walau belum mengetahui secara pasti ayah kandung dari janin yang ada, Ibu tetap harus menjaga kesehatan dengan mengkonumsi vitamin selama hamil, rutin pemeriksaan fisik, darah dan USG di dokter spesialis kandungan, melakukan senam hamil, menghindari stress serta tidak melakukan hubungan seksual selain suami di kemudian hari.Semoga bermanfaat.Salam sehat.dr. Lidya Hapsari.  
menjaga kehamilannutrisi ibu hamilolahraga ibu hamil
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)
Balas
Postingan membutuhkan waku beberapa saat untuk tampil

Forum Tanya Dokter

(maks. 500 karakter)
Postingan membutuhkan waktu beberapa saat untuk tampil