Pernah jatuh dari sepeda dan alat kelamin terbentur apakah sudah tidak perawan secara medis?

MR Info Penanya: MR, Wanita, 2019 Tahun
Halo dokter! Saya R mahasiswi berumur 19 tahun. Mohon maaf ijin bertanya. Dok, saya masih ingat saat saya umur 8 tahun pernah jatuh dari sepeda lalu bagian alat kelamin saya terbentur sedel sepeda yg kemudian keluar darah. Ya tidak banyak, tapi saat itu yg saya lakukan hanya membasuhnya dengan air dan tidak bilang ke orantua saya.Dengan keluarnya darah dari situ apakah artinya saya sudah tidak perawan secara medis dok?Terimakasih banyakkk.
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat siang MR,

Banyak mitos yang berhembus mengenai kaitan selaput dara dan keperawanan dimana masih banyak yang berpatokan bahwa selaput dara yang robek mengartikan sudah tidak lagi perawan padahal hal ini tidak terbukti benar karena ada banyak hal yang perlu diperhatikan seputar keperawanan. 

Perawan sendiri tidak memiliki batasan baku dimana ada yang menyatakan keperawanan hilang setelah berhubungan seksual, ada juga yang menyatakan jika memasukan benda apa pun ke kemaluan dianggap sudah tidak perawan ataupun juga definisi hubungan seksual sendiri beragam tidak hanya sekedar kelamin dengan kelamin sehingga membuat keperawanan sendiri menjadi tidak memiliki batasan yang tepat.

Selaput dara sendiri dapat beragam kondisinya pada setiap individu, dimana ada yang memiliki selaput dara dengan kelenturan lebih sehingga meskipun sudah melakukan hubungan seksual tidak timbul perdarahan ataupun juga dapat terjadi robekan karena penyebab lain seperti cedera atau trauma, olahraga tertentu dan penyebab lainnya. Oleh sebab itu ada baiknya untuk tidak serta merta mempercayai mitos seputar keperawanan dan meluruskan pengetahuan seputar hubungan seskual agar tidak ada yang dirugikan. Semoga bermanfaat.

Salam sehat,

dr. Adhi P.

(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Jangan pernah menyelewengkan pengunaan obat "tidur", selain bisa dijerat pasal hukum, akibatnya bisa fatal.

Perbedaan Obat Perangsang Wanita dan Obat "Tidur"

Ada perbedaan besar antara obat perangsang wanita dan juga obat “tidur”. Seringkali, obat “tidur” ini disalahgunakan untuk hal yang tak baik. Seperti apa efek dan gejalanya?