07 Jun 2020, 19:50Penyakit Lainnya

Perlukah terapi hormon estrogen untuk perimenopause?

TK
Info Penanya: TK0
Ibu saya wanita usia 52 tahun. Sudah 7 tahun siklus menstruasi saya tidak teratur. Saya suka baca-baca artikel di internet dan tampaknya saya mengalami gejala perimenopause, dok. Kemudian saya menemukan terapi hormon estrogen, tapi apakah ini memang diperlukan, dok? Karna saya baca ada efek sampingnya yang bisa menyebabkan kanker. Tolong sarannya, dok. Trims
4328 Views
0 Balasan
SehatQ
Dijawab Oleh  dr. Adhi Pasha Dwitama
(0)
Selamat malam TK,Perimenopause adalah masa transisi sebelum seorang wanita mengalami menopause. Biasanya masa ini timbul ketika memasuki usia 40an tahun dan menopause dapat terjadi di usia 45-55 tahun.Beberapa gejala perimenopause diantaranya seperti:
  • Siklus menstruasi yang mulai tidak teratur
  • Menjadi lebih mudah emosi atau mood-nya lebih mudah berubah-ubah
  • Perubahan pada tubuh seperti berat badan yang bertambah, organ kemaluan menjadi lebih kering, penurunan kepadatan tulang
  • Penurunan gairah seksual
  • Merasa lebih gerah atau keringat terutama di malam hari
Untuk menyiasati timbulnya perimenopause dapat dilakukan beberapa upaya seperti dengan menjaga pola makan dan menjalankan diet perimenopause, menggunakan terapi hormonal seperti terapi estrogen yang bisa diberikan dengan obat minum, obat oles seperti gel atau krim, patch atau koyo khusus dan penanganan lainnya.

Terapi hormon untuk menopause

Sama seperti setiap tindakan lainnya, pengobatan terapi hormon juga bisa menimbulkan efek samping terutama jika diberikan pada usia 60 tahun ke atas, seperti jika diberikan dalam jangka panjang yang bisa menimbulkan pendarahan yang bisa berisiko terjadinya stroke ataupun penyumbatan darah, risiko lain bisa terjadi risiko serangan jantung dan risiko terjadinya kanker payudara karena kadar estrogen yang diberikan. Untuk itu ada baiknya tetap berkonsultasi dan memeriksakan ibu Anda pada dokter untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan berkala dan diberikan penanganan yang tepat. Semoga bermanfaat.Salam sehat,dr. Adhi P.
menopauseestrogendiet perimenopausehormon
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)
Balas
Postingan membutuhkan waku beberapa saat untuk tampil

Forum Tanya Dokter

(maks. 500 karakter)
Postingan membutuhkan waktu beberapa saat untuk tampil