09 Feb 2021, 19:32Psikologi

Bagaimana mengatasi rasa hampa?

KA
Info Penanya: KA0
Hallo dok,umur saya baru menginjak 14 th bulan 4 nanti. Belakangan ini saya selalu merasa kosong,ntah itu dirumah atau di lingkungan yg mana terdapat byk orang.saya byk mencari di artikel untuk bercerita ke orang terdekat agar saya bisa menghilangkan perasaan hampa dan kosong ini,tpi nyatanya tidak membuahkan hasil apa pun. Semoga cepat terjawab, terimakasih dok
4946 Views
0 Balasan
SehatQ
Dijawab Oleh  dr. Farahdissa
(0)
Selamat siang, KATerima kasih atas pertanyaannya.Merasa kesepian, kosong dapat dialami oleh banyak orang dalam bentuk yang berbeda-beda.  Merasa hampa dan kosong secara terus menerus menurut penelitian akan memiliki riisiko untuk terjadinya depresi, gangguan tidur, mencari pelampiasan pada tindakan negatif ataupun mengisolasi diri sehingga berat badan turun atau malah naik, imunitas yang menurun sehingga mudah sakit. 

Penyebab perasaan hampa pada remaja :

  • Kehilangan seseorang karena kematian ataupun putus cinta. Teman yang pergi untuk berteman dengan yang lain.
  • Tekanan negatif dari lingkungan baik keluarga ataupun lingkungan luar sehingga menimbulkan rasa tidak percaya diri, menarik diri, merasa tidak bermanfaat.
  • Pemikiran yang membuat seseorang menarik diri dari komunitas dan lingkungan sekitar.
Kondisi ini cukup sering terjadi pada usia remaja karena pada usia ini, pemikiran masih dalam proses mencari identitas diri, mencari karakter diri dan belum memiliki pemikiran yang rasional bagaimana menempatkan diri secara perasaan, tindakan, ataupun tingkah laku. 

Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi rasa hampa :

  • Melakukan kegiatan yang positif lainnya seperti menggambar, melukis. Seni dapat membuat pikiran menjadi teralihkan sehingga tidak sempat untuk berpikir hal lain.
  • Ikuti komunitas yang mendukung kesehatan mental dan memiliki keluhan yang salam sehingga diri merasa tidak sendiri.
  • Memahami apa penyebab rasa hampa, apakah dari dalam diri sendiri atau ada faktor luar yang mempengaruhi.
Ketika hal ini tidak membantu, tidak ada salahnya konsultasi dengan psikiater secara online ataupun offline bersama orang tua untuk penanganan lanjutan. Semoga penjelasan ini bermanfaat.Salam sehat,dr. Farah
kesehatan mentalmasalah kejiwaangangguan psikologis
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)
Balas
Postingan membutuhkan waku beberapa saat untuk tampil

Forum Tanya Dokter

(maks. 500 karakter)
Postingan membutuhkan waktu beberapa saat untuk tampil