Penyebab Nafas Bayi Berbunyi Setelah Minum ASI

RL Info Penanya: RL, Wanita, 35 Tahun
Dear dokterAnak kami hampir berumur 2 bulan dan diberi ASI eksklusif sejak lahir namun terkadang sehabis menyusui, ia seperti sesak nafas hingga berbunyi napasnya seperti orang sakit TBC. Tapi setelah itu kembali normal. Yang kedua, ada masalah sering gumoh.Ketiga, cukup sering keluar busa air liur dari mulutnya bahkan saat tidur juga terjadi.Mohon informasinya mengenai hal tersebut, karena ini anak pertama dan sangat menghawatirkan karena ketidaktahuan kami.Atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapakan terima kasih.
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Dear Ibu R,

Untuk bayi usia 2 bulan, kebiasaan seperti bernapas berbunyi kencang sehabis menyusui, sering gumoh dan keluar buih dari mulut adalah sangat mungkin normal dan bukan pertanda adanya gangguan yang serius.

Kebiasaan-kebiasaan ini, kemungkinan disebabkan karena proses saat menyusui yang belum sempurna. Bunyi napas yang kencang bisa terjadi akibat bayi tertidur saat menyusu dan masih ada air susu yang belum tertelan semua, dan terkadang menghalangi jalan napas.

Gumoh atau keluarnya air susu lewat mulut bayi, umum terjadi pada bayi baru lahir. Gumoh akan jarang terjadi dan berhenti, sat bayi mencapai umur 3 sampai 4 bulan.

Penyebab gumoh adalah sebagai berikut :

  • Kapasitas lambung bayi masih kecil, makanya bila bayi menyusu melebihi daya tampung lambungnya, maka kelebihan ini akan dikeluarkan dengan cara gumoh.
  • Klep yang menutupi lambung pada bayi belum bekerja sempurna, sehingga bila bayi menyusus terlalu tergesa-gesa atau ditidurkan setelah menyusui maka sebagian susu akan keluar lewat gumoh.
  • Bayi menangis kencang saat menysusu menyebabkan banyaknya udara yang masuk ke lambung, sehingga bila tetap dipaksakan untuk diberikan susu maka bayi dapat gumoh atau bahkan muntah. Pada kondisi ini sebaiknya bayi ditenangkan dulu baru menyusui dilanjutkan.

Cara untuk mencegah gumoh adalah :

  • Posisi menyusu bayi harus pas, semua mulut bayi harus mencakup puting payudara Ibu sehingga tidak ada ruangan untuk masuknya udara.
  • Setelah menysusu sebaiknya bayi di sendawakan untuk mengeluarkan udara yang terperangkap di dalam lambung dengan cara ditengkurapkan dan ditepuk ringan di daerah datar diantara tulang belakang yang menonjol.
  • Bayi ditidurkan tengkurap, sehingga sisa susu dan udara dapat dikeluarkan

Keluarnya gelembung dari mulut bayi saat tertidur mungkin termasuk normal karena merupakan sisa susu dan air liur yang ditiupkan saat bayi bernapas saat tidur dengan mulut yang terbuka. Sebaiknya setelah menyusu, bayi di sendawakan dulu sebelum bayi tidur.

Ibu tidak perlu khawatir selama perkembangan bayi normal yaitu Berat Badan bayi terus meningkat, jumlah susu yang masuk sama dengan atau lebih banyak dari jumlah susu yang dikeluarkan.

Namun bila bayi menunjukan tanda-tanda sesak dengan ujung jari dan bibir membiru, tidak mau menyusu, gelisah dan menangis terus maka Ibu dapat menghubungi Dokter Spesialis Anak terdekat.

Salam Sehat

(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Seperti halnya orang dewasa, tetanus pada anak juga disebabkan oleh bakteri Clostridium tetani

Waspadai Penyebab dan Gejala Tetanus pada Anak Berikut Ini

Tetanus adalah penyakit yang disebabkan bakteri Clostridium tetani. Penyakit ini dapat dialami oleh anak-anak dan orang dewasa. Beberapa gejala tetanus pada anak, antara lain rahang menjadi kaku, kejang, dan banyak keringat.