09 Oct 2019, 15:00Penyakit Lainnya

Penyebab bagian intim berbau busuk

SP
Info Penanya: SP0
Sore.. Dok..sepupu saya kandung dia bulan lalu mens tgl 7 kemudian bulan ini belum ada mens tapi dia udah kyk ada pegel, lemas bagian intimnya bauk amis tapi belum ada keluar darah, itu kenapa ya dok.. Terima kasih.. S
41360 Views
0 Balasan
SehatQ
Dijawab Oleh  dr. Vina Liliana
(0)
Selamat siang SP,Keluhan bagian intim berbau busuk bisa disebabkan oleh beberapa hal seperti :
  • Vaginosis bakterialis. Pada penyakit ini akan muncul keputihan encer berwarna putih abu-abu hingga kehijauan disertai bau amis dan gatal hingga sensasi panas ketika BAK. Bau busuk yang ditimbulkan akan bertambah parah ketika sedang menstruasi atau ketika berhubungan seksual. Pada wanita yang menggunakan IUD, produk pembersih area kewanitaan yang menggandung pewangi, akan lebih rentan terkena penyakit vaginosis bakterialis bila tidak dapat menjaga kebersihan area kewanitaannya.
  • Klamidia, keputihan berbau disertai nyeri saat berhubungan, nyeri perut bagian bawah, mual, demam.
  • Trikomoniasis, keputihan berbau berwarna kuning kehijauan, kental, kadang berbusa. Selain itu pada area kewanitaan akan dirasakan keluhan gatl, nyeri dan terasa seperti terbakar, keluhan ini bisa menjalar hingga ke paha. Keluhan nyeri saat BAK dan saat berhubungan juga dapat dirasakan.
Sedangkan untuk siklus haid wanita masih digolongkan normal bila masih berada dalam kurun waktu 21-45 hari. Namun ada beberapa hal yang menyebabkan siklus menstruasi menjadi terlambat seperti :
  • Faktor psikologis. Stres akan mengganggu keseimbangan hormon yang ada di dalam tubuh.
  • PCOS. Kelainan ini disebabkan hormon androgen berlebihan didalam tubuh.
  • Endometriosis.
  • Kista ovarium.
Hal-hal yang perlu diperhatikan untuk menjaga kebersihan area kewanitaan adalah dengan cara :
  • Rutin mengganti celana dalam dan menggunakan celana dalam dari bahan katun yang mudah menyerap keringat.
  • Hindari menggunakan celana yang terlalu ketat.
  • Basuh area kewanitaan cukup menggunakan air dengan arah depan ke belakang, untuk menghindari sisa kotoran di dubur berpindah ke vagina.
  • Perbanyak konsumsi air putih minimal 2 liter per hari.
  • Hindari kebiasaan menahan kencing.
Bila area kewanitaan semakin berbau busuk disertai keputihan berwarna putih susu, kuning kehijauan, segera periksakan diri ke dokter spesialis kulit dan kelamin untuk penanganan lebih lanjut.Salam sehat,dr. Vina
infeksi saluran kemihkeputihanklamidiavaginosis bakteri
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)
Balas
Postingan membutuhkan waku beberapa saat untuk tampil

Forum Tanya Dokter

(maks. 500 karakter)
Postingan membutuhkan waktu beberapa saat untuk tampil