Penyakit epilepsi apakah harus mengonsumsi obat seumur hidup?

RK Info Penanya: RK, Wanita, 49 Tahun
Dok , saya berumur 23 tahun , saya didiagnosa epilepsi tahap awal , dianjurkan mengkonsumsi obat seumur hidup , apakah harus dok ?
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat siang RK,

Epilepsi adalah gangguan pada otak atau susunan saraf pusat sehingga aktivitasnya menjadi abnormal. Gejala yang bisa timbul diantaranya adalah kejang. Kejang sendiri bisa beragam jenisnya yang bisa disertai gangguan kesadaran ataupun tidak, bahkan ada kejang yang tidak tampak seperti kejang seperti pada kejang absans dimana tampak hanya seperti sedang melamun padahal kejang sedang terjadi.

Epilepsi sendiri perlu dipastikan dengan pemeriksaan baik wawancara atau tanya jawab mengenai gejala yang timbul, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan tambahan seperti rekam aktivitas otak menggunakan Electro Encephalo Graph (EEG), pemindaian dengan CT scan atau MRI dan pemeriksaan lain yang diperlukan. Jika epilepsi baru timbul saat dewasa bisa terjadi karena cedera kepala, infeksi pada otak dan tulang belakang, riwayat kejang saat kecil, ataupun mengalam gangguan pembuluh darah di otak.

Pengobatan sendiri diberikan dengan memberi obat anti kejang untuk mengurangi dan mencegah serangan kejang terjad dimana pada beberapa kasus pengobatan perlu dilakukan sepanjang hidup tetapi juga bisa diberikan sampai 2 tahun berturut-turut bebas kejang tergantung dari kondisi masing-masing. Anda juga perlu mengetahui kondisi apa yang memicu serangan kejang pada diri Anda. Anda juga bisa meminta opini kedua pada dokter spesialis saraf lain mengenai kondisi Anda dan langkah penanganan selanjutnya. Semoga bermanfaat.

Salam sehat,

dr. Adhi P.

Diskusi Terkait di Forum

(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Penyebab kejang pada lansia bisa beragam, namun yang paling umum berkaitan dengan stroke

Stroke, Penyebab Kejang paling Umum pada Lansia

Stroke adalah salah satu penyebab kejang yang paling umum pada lansia. Namun, orang yang mengalami stroke, belum tentu juga akan mengalami epilepsi. Meski jarang diketahui, hubungan antara stroke, kejang, dan epilepsi sebenarnya cukup erat.