Pengobatan terbaik untuk hidronefrosis

LY Info Penanya: LY, Wanita, 23 Tahun
Dear Dokter, Setelah dilakukan USG ternyata saya mengalami hydronefrosis ditemukan dilatasi ginjal kiri dan usus buntu. Sejak bulan November 2018 saya sering terasa sakit di pinggang terutama saat minum banyak. Setelah operasi usus buntu, rasa sakit di pinggang masih sering kambuh. Akhirnya saya disarankan CT Scan pada bulan Desember 2018. Hasilnya hydronefrosis bilateral dengan dilatasi pelviocalices ginjal kanan dan kiri. Hingga bulan Januari hasil USG masih hydronefrosis bilateral tanpa batu. Saya mau tanya apa jalan terbaik untuk sakit yang saya rasakan saat buang air kecil pagi hari dan nyeri pinggang saat malam hari. Apakah teropong dan pemasangan selang adalah yang terbaik. Mohon bantuannya Dokter. Terima kasih.
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Dear Ibu LYP,

Hidronefrosis atau pembesaran ginjal akibat adanya sumbatan pada aluran ginjal ke arah kantung kencing dan saluran kencing sehingga mengakibatkan arus balik urin ke ginjal yang normalnya urin harus dibuang ke luar ginjal.

Penyebab hidronefrosis adalah antara lain :

    • Kelainan  bawaan secara anatomis dan struktural dari ginjal dan saluran kencing
    • Lilitan atau terpuntirnya saluran kencing
    • Batu ginjal atau batu saluran kencing
    • Penekanan dan sumbatan oleh tumor, cacing, bakteri, dan jamur
    • Kanker pada ginjal atau kanker pada organ lain yang berhubungan dan berdekatan
    • Infeksi daluran kemih yang lama dan tidak ditangani dengan baik

 

 

Berdasarkan lamanya perjalanan sakit, maka hidronefrosis dibagi menjadi :

 

  • Hidronefrosis akut, yaitu hidronefrosis yang timbul dengan cepat dan menimbulkan gejala  : kolik atau sakit parah pada daerah antara tulang rusuk dan tulang pinggul di sisi ginjal yang sakit, infeksi saluran kencing, kencing mercampur darah atau nanah, demam,
  • Hidronefrosis kronik, yaitu hidronefrosis yang perjalanan penyakitnya lama dan perlahan sehingga sering gejala  kolik sudah tidak terasa, atau nyeri yang hilang timbul tapi tidak separah nyeri akibat kolik.
  • Hisronefrosis dalam kehamilan, setelah melahirkan maka hidronefrosis ini akan sembuh dengan sendirinya.

 

Untuk memastikan penyakit maka akan dilakukan pemeriksaan :

  • USG ginjal, kantung kemih dan saluran kemih
  • Urografi Intravena atau IVP yaitu prosedur dengan memasukan zat kontras lewat saluran vena kemudian dilakukan foto rontgen berurutan, untuk menilai anatomi dan fisiologi ginjal sampai saluran kemih
  • Sitoskopi, yaitu tindakan untuk pemeriksaan dan melihat bagian dalam saluran kencing, kantung kemih,  dengan teropong yang memiliki kamera pada ujungnya melalui lubang akhir atau melalui uretra. Tindakan ini juga sekaligus dapat mendorong batu berukuran kecil pada saluran kencing.

Pengobatan untuk hidronefrosis, setelah ditemukan penyebabnya maka pengobatan akan disesuaikan dengan penyebab tersebut. Prinsip pengobatan untuk hidronefrosis akut ataupun kronik dengan penurunan fungsi ginjal maka diutamakan untuk membuang urin yang terkumpul dengan cara memasang kateter (selang) atau dengan menyedot urin menggunakan jarum. Urin yang tidak dibuang akan menjadi racun bagi tubuh dan berbahaya. Bila telah terjadi penurunan fungsi ginjal maka akan berlanjut menjadi gagal ginjal yang bersifat fatal.

Kemudian atasi penyebab yang merupakan faktor pencetus hidronefrosis sampai pembedahan dan melebarkan saluran kencing dengan dilatator bila terjadi sumbatan atau lilitan di saluran kencing.

Sebaiknya segera kunjungi Dokter Ahli Urologi (Sp BU) terdekat untuk melanjutkan pengobatan atau ke dokter lainnya untuk minta pendapat kedua sebagai pembanding. Keputusan pengobatan harus segera diambils ebelum kondisi menjadi lebih lanjut.

Salam Sehat

(maks. 500 karakter)