Pengobatan TB dan Tingkat LED

R Info Penanya: R, Wanita, 19 Tahun
Dear dokter, saya pernah didiagnosis mengalami Bronchitis Penumonia Dextra dengan LED 1 jam 61 dan LED 2 jam 99. Namun, ternyata normalnya bagi wanita seharusnya <15. Sebenarnya tingkat LED ini menjelaskan apa? Kemudian, tahun lalu, saya diddiagnosis mengalami TB Paru Duplex dan akhirnya harus mengikuti pengobatan paru-paru, tetapi pengobatannya hanya berlangsung selama dua bulan dan baru sekarang ini saya lanjutkan kembali. Saya juga kembali memeriksa LED saya dan ternyata LED saya sudah menjadi 10. Apa pengaruhnya tingkat LED dengan penyakit yang saya alami? Apakah tidak masalah juga jika meminum obat tradisional berupa obat herbal sambil didampingi dengan pengobatan dari dokter saya? Selain itu, berat badan saya dua tahun yang lalu itu sekitar 47 kg dan sekarang sudah naik sebanyak 10 kg dan menjadi 57 kg. Apakah itu berarti penyakit saya sudah mau sembuh? Mohon dijawab ya dok, terima kasih.
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Dear Ibu R,

LED atau Laju Endap Darah, nilai rujukannya untuk wanita adalah kurang dari 15 mm/jam, dan pada pria kurang dari 10 mm/jam.

Nilai LED yang tinggi merupakan petunjuk tidak spesifik adanya suatu infeksi atau peradangan yang lama (Infeksi kronis). Untuk kepastiannya diperlukan pemeriksaan lanjutan lainnya oleh Dokter.

Sebaiknya bila memang ragu apakah menderita infeksi pada paru-paru sebaiknya dilakukan pemeriksaan pembanding (second opinion) ke Dokter Spesialis Paru lainnya. Dan patuhi anjuran serta pengobatan yang diinformasikan oleh Dokter.

Untuk penyakit TB Paru, pengobatan harus konsisten dan obat harus diminum selama waktu 6 bulan sampai 9 bulan, bila diperlukan dapat dilanjutkan sampai 12 bulan. Pengobatan yang tidak teratur dapat menyebabkan komplikasi berupa penyerabaran infeksi ke tempat lain seperti otak, ginjal, alat kandungan dll. Komplikasi lain akibat tidak teratur minum obat atau menghentikan pengobatan sebelum waktunya adalah kuman TB menjadi resisten atau kebal terhadap pengobatan sehingga sulit untuk diobati.

Doker tidak pernah menyarankan untuk mengkombinasi pengobatan dengan obat jamu dan pengobatan alternatif lainnya, karena dapat menimbulkan efek samping dan menghalangi observasi atau penilaian terhadap pengobatan yang sedang dijalani. Jadi sebaiknya kita mengambil langkah bijaksana untuk kepentingan kita sendiri.

Kesembuhan terhadap suatu penyakti khususnya TB Paru akan dinilai dari banyak faktor, bukan hanya dari pertambahan Berat Badan saja. Pemeriksaan fisik dan Test Diagnostik lain dibutuhkan juga.

Saran kami sebaiknya segera kunjungi Doker Spesialis Paru dan lakukan konsultasi lebih lanjut. Ambil langkah positif dengan mengikuti saran dan pengobatan yang dianjurkan Dokter. Bila Ibu tidak nyaman dengan satu dokter, carilah dokter lain untuk pemeriksaan pembanding. Namun adalah baik bila menyelesaikan suatu anjuran pengobatan sampai tuntas karena selain membuang waktu dan uang, pengobatan yang tidak tuntas, dapat menyebabkan komplikasi dan ekef buruk untuk tubuh.

 

Salam Sehat

(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Transplantasi paru merupakan salah satu cara untuk membantu penderita PPOK

Kisah Transplantasi Paru Penderita PPOK

Penderita Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) bisa melakukan transplantasi paru untuk mengatasi efek dari PPOK. Salah satunya adalah kisah Emil Olson yang berhasil mengatasi penyakitnya dengan transplatasi paru. Namun, transplantasi paru memiliki beberapa risiko, misalnya tubuh menolak paru yang didonorkan.