Pengobatan Badan Bungkuk

S Info Penanya: S, Wanita, 24 Tahun
selamat sore dok,saya saat ini memiliki postur tubuh yang agak bungkuk dikarenakan dulu saat sekolah saya sering memakai tas ransel dengan beban yang cukup berat & kebiasaan duduk yang tidak tegak.apakah di usia saya sekarang ini, postur tubuh saya masih bisa diperbaiki tidak untuk menjadi normal kembali? lalu selain kebiasaan duduk yang tidak tegak apakah ada penyebab lainnya? apakah karena jarang mengkonsumsi susu juga bisa berperan dalam pembungkukan postur saya?bagaimana cara mengatasinya & sebaiknya saya berkonsultasi ke dokter spesialis apa ya?Terima kasih dok atas jawabannya.
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Dear Ibu S,

Tulang belakang bungkuk dalam istilah kedokteran dikenal dengan nama “ Kiposis”. Umumnya kondisi ini terjadi pada orang tua diatas usia 60 tahun, dan terbanyak pada wanita karena proses menua dan osteoporosis.

Kiposis yang terjadi pada dan anak – anak dan orang usia muda, dapat disebabkan karena :

Kiposis pada anak-anak, terbanyak adalah Jenis Kiposis Postural, dengan ciri – ciri :

 

 

  • Lebih sering terjadi pada anak perempuan
  • Sering ditandai dengan bungkuk pada bagian bawah tulang belakang
  • Jarang menimbulkan nyeri dan tidak mengakibatkan gangguan saat dewasa
  • 2. Kiposis pada orang dewasa, sering disebabkan oleh :
  • Penyakit tulang Osteoporosis.
  • Arthritis pada tulang belakang, yang bisa menyebabkan kerusakan pada tulang dan jaringan penghubung tulang belakang.
  • Ankylosing spondylitis, sejenis Arthritis yang mempengaruhi tulang belakang dan sendi sekitarnya.
  • Gangguan pada jaringan penghubung antar sendi tulang belakang, yang mungkin mempengaruhi kemampuan jaringan ikat untuk menahan sendi pada posisi yang benar.
  • Infeksi pada tulang belakang seperti TBC tulang, yang dapat mengakibatkan kerusakan sendi.
  • Kanker dan keganasan pada  tulang tulang belakang.
  • Cacat bawaan di bagian dari tulang belakang.
  • Penyakit Polio dan cerebral palsy, yang mengakibatkan tulang belakang menegang sehingga menyebabkan kelumpuhan.

Sesuai dengan informasi yang Ibu sampaikan, adalah sangat mungkin bungkuk yang dialami adalah Jenis Kiposis Postural yang disebabkan karena posisi tulang belakang  yang salah saat perkembangan.

Beberapa tips sederhana dapat dicoba untuk mengurangi bungkuk jenis ini, sesuai dengan saran dari para ahli yaitu :

  • Postur, sangat perlu memperhatikan postur tubuh. Saat merasa nyeri di bagian punggung bawah, sebaiknya untuk  tetap duduk, berdiri atau tidur dalam posisi lurus.
  • Peregangan, Dalam posisi berdiri, pastikan tulang belakang, tangan dan kepala  berada dalam posisi lurus. Lalu, perlahan-lahan mulai bungkukkan kepala  ke bawah sejauh yang bisa. Akan terasa peregangan pada bagian punggung. Tahan posisi ini selama yang bisa ditahan. Lakukan ini 2-3 kali sehari selama 2 minggu. Setelah itu, pastikan untuk tulang belakang selalu dalam posisi lurus, dalam setiap kondisi.
  • Memperkuat otot-otot leher , tekan telapak tangan ke dahi. Kemudian perlahan-lahan mulai dorong kepala ke belakang. Gunakan otot-otot leher untuk menahan gerakan tersebut. Lakukan ini selama 5-6 detik. Rileks dan ulangi 3-4 kali. Lakukan latihan ini sekali dalam sehari.
  • Latihan kabel atau Seated cable row adalah salah satu latihan peregangan yang baik untuk mencegah bungkuk.
  • Hindari melakukan latihan sit-up
  • Berbaring lurus, dalam posisi berbaring telentang posisikan tangan  di sisi tubuh dan angkat sedikit. Kemudian secara perlahan tekan otot pantat dan naikkan posisi dada sejauh yang dapat ditahan. Tahan selama beberapa detik. Rileks dan ulangi 8-10 kali.

Diperlukan ketekunan dan disiplin untuk melakukan latihan – latihan serta tetap mempertahankan posisi duduk dan berjalan yang baik setiap saat.

Bila dirasa perlu sebaiknya kunjungi Doker Spesialis Orthopedi untuk melakukan konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut.

Salam Sehat

(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Penyebab Penyakit Lupus pada Anak, Faktor Keluarga Salah Satunya

Lupus merupakan penyakit yang dapat menyebabkan pada organ tubuh, kulit, dan sendi. Penyakit ini dapat menyerang anak dan orang dewasa, namun dengan akibat yang berbeda.