Pengaruh orangtua protektif dengan psikis anak.

WA Info Penanya: WA, Pria, 19 Tahun
Dok, saya mempunyai orangtua yang over protektif saya tidak pernah dipercayai jika saya mau pergi dan jikapun saya di izinkan pergi pasti selalu di ikuti, dan juga orang tua saya selalu memarahi saya, oleh karena itu tidak ada keinginan saya untuk belajar karna saya juga tidak mendapatkan dukungan dari orangtua
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat Siang, W.

 

Permasalahan antara orangtua dan anak memang sering sekali terjadi. Penyebab utamanya adalah kurangnya komunikasi antar keduanya.

Saya sarankan agar anda dan orangtua memperbaiki komunikasi dengan cara sering mengobrol tentang hal yang sama-sama disenangi, dan jika suasana sudah cair anda dapat menanyakan keinginan anda untuk mandiri dan berpergian sendiri. Diharapkan anda juga menyadari kekhawatiran orangtua merupakan bentuk kasih sayang mereka terhadap anda.

 

Jika anda merasa tidak nyaman pada kondisi anda ini, dikhawatirkan menimbulkan permasalahan psikologis. Seperti

1. Cemas menyeluruh : Kondisi cemas akan sesuatu hal dengan gejala berdebar-debar, napas pendek, sulit tidur, sulit konsentrasi

2. Depresi : Selalu menyalahkan diri sendiri,tidak minat melakukan hobi anda, tidak minat untuk beraktifitas dan keinginan menyakiti diri sendiri

3. Efek psikis : Gangguan tidur, sakit perut, sakit kepala.

 

Saya juga menyarankan anda dan orangtua untuk berkonsultasi ke psikolog atau dokter psikiatri untuk membantu menangani keluhan anda.

 

Semoga bermanfaat

Salam Sehat

dr. Karlina Lestari

(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Jika mengenal penderita PTSD dengan tangan disilet, ajaklah untuk mencari bantuan ke psikolog

Penderita PTSD Bisa Mengalami Kondisi Tangan Disilet, Ini Sebabnya

(PTSD) post traumatic stress disorder adalah suatu gangguan psikologis yang berisiko melukai diri sendiri dengan menyilet tangan. Penderita PTSD melukai dirinya sendiri bukan dengan tujuan untuk bunuh diri, melainkan sebagai jalan keluar untuk mengatasi kekacauan yang sedang dirasakan secara psikologis.