27 Jul 2020, 18:14Pernapasan

Kenapa bisa bronkopneumonia dan TBC?

SB
Info Penanya: SB, Wanita, 27 Tahun
Sore dokter ini dari ibu suci,saya mau tanya anak saya dinyatakan sakit BP DUPLEKS dan TB dupleks dan dianjurkan mnum obat rutin maksimal 6bulan..dan ini udah mau jalan 2bulan mnum obat rutin nya,yg jdi maslahnya penyakit itu berasal dr mana,faktor nya apa dan juga skrg ini anak sya udh jln ke 2bln mnum obt rutin,yg sya takutkan lagi apakah pda saat ini anak saya mnum obat rutin udh ke 2bln,kalo anak saya batuk apakah sesak nya timbul lagi apa bekurang. Trs langkah yg saya lakukan apa.trma ksih
9027 Views
0 Balasan
SehatQ
Dijawab Oleh  dr. Vina Liliana
(0)
Selamat siang SB,Bronkopneumonia adalah infeksi pada paru-paru yang sifatnya sesaat saja (bisa membaik dalam waktu 1-2 minggu) akibat infeksi bakteri Streptococcus pneumoniae atau bakteri-bakteri lainnya. Sedangkan TBC adalah infeksi paru yang disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosa dan memang pengobatannya lama minimal 6 bulan, dan bisa diperpanjang sesuai dengan kondisi klinis dan hasil pemeriksaan lanjutannya.Bila Anda menanyakan dari mana penularan bakteri tersebut dan faktor apa saja yang mempengaruhinya, maka Anda perlu memperhatikan beberapa hal berikut ini.

Cara penularan bakteri TBC:

  • Penularan bakteri melalui udara (airborne disease). Sehingga bila anak Anda diasuh atau berdekatan dengan penderita TBC maka bisa saja bakterinya akan menular karena terbawa oleh udara sekitar. Perlu diketahui bahwa sebagian besar penduduk Indonesia memiliki bakteri TBC di dalam tubuhnya namun dalam posisi dorman (tidur), sehingga bila daya tahan tubuh baik, maka orang tersebut akan sehat dan tidak bergejala.
  • Anda hidup di lingkungan yang sanitasi atau ventilasi udaranya tidak baik.
  • Bila kondisi daya tahan tubuh anak Anda tidak baik, misal memilih-milih makanan atau belum mendapat vaksin BCG maka risiko untuk tertular TBC lebih sering.
  • Anak yang sudah vaksin BCG bukan berarti tidak mungkin terserang TBC. Namun dengan pemberian vaksin diharapkan gejala penyakitnya lebih ringan.
Yang perlu Anda perhatikan adalah berikan obat TBC secara rutin dan diusahakan di jam yang sama. Dan jangan hentikan pengobatan TBC tanpa anjuran dokter. Bila di tengah-tengah pengobatan muncul batuk atau sesak, maka segera periksakan ke dokter anak karena bisa saja selain TBC ada penyakit lain seperti bronkopneumonia yang terjadi bersamaan dengan TBC sehingga obatnya perlu ditambah, selain obat TBC yang tetap dilanjutkan. Sebaiknya orang yang tinggal serumah melakukan pemeriksaan secara bersama-sama meski tanpa gejala untuk mencegah saling menularkan penyakit TBC.Salam sehat,dr. Vina
tbcsesak napaspneumonia
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)
Balas
Postingan membutuhkan waku beberapa saat untuk tampil

Forum Tanya Dokter

(maks. 500 karakter)
Postingan membutuhkan waktu beberapa saat untuk tampil