Penanganan Penyakit TBC Kelenjar yang Sering Kambuh

F Info Penanya: F, Wanita, 24 Tahun
Selamat pagi Dokter, Saat ini saya sedang menjalani pengobatan TBC kelenjar dan ini kedua kalinya. Sebelumnya tahun 2016, dan di tahun 2019 ini saya terinfeksi kembali dan mengikuti pengobatan yang sama. Anehnya di infeksi yang kedua kali ini benjolannya pecah, apa hal itu bermasalah? Terima kasih.
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Dear Ibu F,

Bila pengobatan terhadap TB Kelenjar yang pertama sudah dilakukan sesuai prosedur yaitu 6 sampai 9 bulan tanpa terputus dengan OAT (Obat Anti Tuberkulosa) maka bila terinfeksi kembali saat ini dianggap pengobatan yang pertama gagal, sehingga pengobatan saat ini digolongkan dalam kategori ke 2.

Untuk memastikan bahwa infeksi kelenjar getah bening saat ini adalah akibat kuman TBC (mikobakterium tuberkulosa) masa sebaiknya dilakukan biopsi terhadap jaringan dari benjolan itu. Bila hasil biopsi menunjukan hasil positif, maka pengobatan dapat dilakukan. Benjolan memang dapat pecah (skofuloderma) namun dengan minum obat teratur, luka akan sembuh sendiri dan terkadang menimbulkan bekas. Dalam beberapa kasus pengobatan sudah selesai tapi benjolan tidak menghilang maka diperlukan konsultasi lebih lanjut dengan Dokter Spesialis Bedah bila diperlukan untuk pengangaktan benjolan lewat pembedahan kecil.

Pengobatan yang teratur tanpa terputus selama 6 sampai 9 bulan pada 99,9% kasus TBC, akan sembuh sempurna.

Untuk kasus pengobatan TBC yang gagal penyebabnya adalah antara lain :

  • Minum obat yang terputus
  • Kuman menjadi resisten
  • Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang menurun, misalnya pengidap diabetes, kanker, HIV, pengidap penyakit ginjal stadium lanjut serta orang yang kekurangan gizi.
  • Para pengguna obat-obatan terlarang dan kecanduan alkohol
  • Manula serta anak-anak

Pengidap TB dapat menularkan penyakit ini jika belum menjalani pengobatan sepenuhnya. Lakukan langkah-langkah berikut  untuk mencegah penyebarannya kepada keluarga dan lingkungan yaitu :

  • Tutupi mulut, atau pakai masker saat bersin, batuk, dan tertawa
  • Pastikan rumah  memiliki sirkulasi udara yang baik, misalnya sering membuka pintu dan jendela agar udara segar dan sinar matahari dapat masuk.
  • Tetaplah di rumah dan jangan tidur sekamar dengan orang lain sampai setidaknya minimal 2 minggu setelah menjalani pengobatan dengan OAT.

Salam Sehat

(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Anda disarankan menggunakan masker, saat berakvititas di tengah kepungan kabut asap.

Apa yang Harus Dilakukan untuk Melindungi Kesehatan Saat Hadapi Kabut Asap?

Selain membahayakan keselamatan berkendara karena memperpendek jarak pandang, kabut asap pun berisiko menimbulkan berbagai gangguan kesehatan. Salah satunya adalah infeksi saluran pernapasan atas (ISPA). Oleh karena itu, ada sejumlah langkah yang penting Anda lakukan ketika menghadapi kabut asap, untuk melindungi kesehatan diri sendiri dan keluarga.