26 Jun 2019, 10:42Kulit & Kelamin

Pemeriksaan VDRL dan TPHA

SW
Info Penanya: SW0
Dok saya mau nanya. Kemaren saya habis medikal cek up dan hasilnya , UAD VDRL+tpha. Itu apa ya dok, apakah bahaya ? Dan apa solusinya ?
172375 Views
5 Balasan
SehatQ
Dijawab Oleh  Tim Dokter Sehatq
(0)
Selamat pagi, SW.Pemeriksaan laboratorium TPHA dan VDRL tujuannya untuk mengetahui apakah seseorang terinfeksi bakteri Treponema pallidum yang menyebabkan penyakit sifilis atau raja singa.Secara umum, tes serologi sifilis terdiri atas dua jenis, yaitu:1. Tes non-treponemaTermasuk dalam kategori ini adalah tes RPR (Rapid Plasma Reagin) dan VDRL (Venereal Disease Research Laboratory). Tes serologis yang termasuk dalam kelompok ini mendeteksi imunoglobulin yang merupakan antibodi terhadap bahan-bahan lipid sel-sel T. Pallidum yang hancur. Antibodi ini dapat timbul sebagai reaksi terhadap infeksi sifilis. Namun antibodi ini juga dapat timbul pada berbagai kondisi lain, yaitu pada infeksi akut (misalnya: infeksi virus akut) dan penyakit kronis (misalnya: penyakit otoimun kronis). Oleh karena itu, tes ini bersifat non-spesifik, dan bisa menunjukkan hasil
positif palsu. Tes non-spesifik dipakai untuk mendeteksi infeksi dan reinfeksi yang bersifat aktif, serta memantau keberhasilan terapi. Karena tes non spesifik ini jauh lebih murah dibandingkan tes spesifik treponema, maka tes ini sering dipakai untuk skrining. Jika tes non spesifik menunjukkan hasil
reaktif, selanjutnya dilakukan tes spesifik treponema.
Namun perlu di ingat hasil positif pada tes non spesifik treponema tidak selalu berarti bahwa seseorang pernah atau sedang terinfeksi sifilis. Hasil tes ini harus dikonfirmasi dengan tes spesifik treponema.2. Tes spesifik treponemaTermasuk dalam kategori ini adalah tes TPHA (Treponema Pallidum Haemagglutination Assay), TP Rapid (Treponema Pallidum Rapid), TP-PA (Treponema Pallidum Particle Agglutination Assay), FTA-ABS (Fluorescent Treponemal Antibody Absorption). Tes serologis yang termasuk dalam kelompok ini mendeteksi antibodi yang bersifat spesifik terhadap treponema. Oleh karena itu, tes ini jarang
memberikan hasil positif palsu. Tes ini dapat menunjukkan hasil positif/reaktif seumur hidup walaupun terapi sifilis telah berhasil .Tes jenis ini tidak dapat digunakan untuk membedakan antara infeksi aktif dan infeksi yang telah diterapi secara adekuat. Tes treponema hanya menunjukkan bahwa seseorang pernah terinfeksi treponema, namun tidak dapat menunjukkan apakah seseorang sedang mengalami infeksi aktif. Tes ini juga tidak dapat membedakan infeksi T pallidum dari infeksi treponema lainnya. Anamnesis mengenai perilaku seksual, riwayat pajanan.
Kedua tes serologi, treponema dan non-treponema, dibutuhkan untuk diagnosis dan tatalaksana pasien sifilis oleh petugas kesehatan. Hasil tes treponema memastikan bahwa pasien pernah terinfeksi sifilis,
sedangkan hasil tes non-treponema menunjukkan aktivitas penyakit.
Jika kedua hasil tes (TPHA dan VDRL positif) kemungkinan anda menderita sifilis, namun harus di tunjang dengan gejala dan tanda penyakit sifilis yang didapatkan pada pasien. Untuk memastikan diagnosis, berbahaya atau tidak, dan melakukan terapi diperlukan pemeriksaan secara langsung. Sebaiknya ke dokter spesialis kulit dan kelamin.Beberapa tips yang dapat anda lakukan, antara lain :- Menjaga kebersihan alat kelamin
- Menjaga kebersihan pakaian dalam
- Tidak bertukar handuk
- Jangan bergonta-ganti pasangan seksual
- Memakai kondom saat berhubungan seks
- Istirahat yang cukup
- Mengkonsumsi makanan sehatSelengkapnya mengenai sifilis dapat anda simak disini.
Semoga bermanfaat 
Salam sehatdr. Supiah S.D Sangadji 
penyakit kelaminpenyakit menular seksualinfeksi menular seksual
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)
Balas
Postingan membutuhkan waku beberapa saat untuk tampil

Forum Tanya Dokter

(maks. 500 karakter)
Postingan membutuhkan waktu beberapa saat untuk tampil