31 Mar 2020, 14:59Penyakit Lainnya

Apa pemanis yang aman untuk kesehatan?

G
Info Penanya: G0
Mau tanya.. Apa sih pemanis yang enak dan tentunya aman untuk kesehatan? Saya pencinta kopi, teh, desserts dan makanan yang harus menggunakan gula putih untuk pemanis nya. Mungkin ada pemanis yang low Glycemic yang temen" Bisa sarankan? Makasih
13087 Views
0 Balasan
SehatQ
Dijawab Oleh  dr. Vina Liliana
(0)
Selamat siang G,Akhir-akhir ini kesadaran masyarakat mengenai bahaya penyakit diabetes sudah baik, sehingga paham dan sadar perlunya membatasi asupan gula hingga beralih ke pemanis buatan.Namun pemanis buatan seharusnya tidak digunakan secara berlebihan, dalam artian tidak dikonsumsi secara terus-terusan terutama bila Anda tidak dalam kondisi diabetes. Karena intinya semua makanan yang dimakan akan mengandung gula hanya bentuknya saja yang berbeda, ada yang rantai sederhana dan mudah diserap tubuh dan ada juga yang rantai kompleks yang lebih lama untuk diserap tubuh.

Di Indonesia sendiri dikenal beberapa pemanis buatan seperti :

  • Sakarin. Pemanis buatan yang sering dipakai untuk pemanis minuman seperti sirup atau es.
  • Aspartam. Pemanis yang memiliki rasa manis 200 kali lipat dibanding gula biasa karena mengandung asam amino asam aspartat dan fenilalanin. Dengan kandungan kalori sebanyak 4 kalori setiap gramnya.
  • Siklamat.
  • Asesulfam-K.
  • Neotam. Pemanis buatan yang paling tinggi kadar manisnya mencapai 13.000 kali lipat dibanding gula biasa.
  • Sukrolosa.

Pemakaian pemanis buatan dalam jangka waktu panjang bisa menimbulkan efek samping berupa :

  • Gangguan usus karena merusak bakteri baik yang ada di usus.
  • Gejala depresi bila pemanis jenis aspartam dikonsumsi secara berlebihan.
  • Mengurangi sensitivitas insulin, terutama pemanis jenis sukralosa.
  • Timbul reaksi alergi berupa diare, ruam kemerahan pada kulit hingga sesak napas pada orang-orang yang alergi dengan pemanis sakarin.

Selain mengandalkan pemanis buatan, sebisa mungkin Anda menerapkan pola hidup sehat seperti :

  • Hindari makanan berlemak dan gorengan.
  • Perbanyak makan sayur dan buah agar tidak mudah lapar.
  • Olahraga secara teratur. Semakin banyak makanan yang Anda makan, maka semakin lama Anda harus berolahraga.
  • Batasi makanan yang mengandung pemanis, karena jangka pendek bila takaran yang digunakan berlebihan akan menyebabkan batuk dan sakit tenggorokan.
Lakukan konsultasi dengan dokter gizi untuk pemilihan menu makanan Anda.Salam sehat,dr. Vina
diabeteskankerinfeksi usus
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)
Balas
Postingan membutuhkan waku beberapa saat untuk tampil

Forum Tanya Dokter

(maks. 500 karakter)
Postingan membutuhkan waktu beberapa saat untuk tampil