Paska Tindakan Kuret

WJ Info Penanya: WJ, Wanita, 19 Tahun
Hai dokter saya ingin bertanya, ibu saya sudah d kuret karena keguguran .. setelah kuret tidak terasa sakit apapun tapi setelah kontrol lalu d kasih obat perutnya sakit terus pinggang nya juga sakit .. kenapa ya dok ? Apakah bahaya atau emang bekas kuretna nya ?
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat Siang, WJ

Kuret adalah sebuah prosedur bedah dimana pintu rahim (serviks) dilebarkan dan sepuah alat digunakan untuk mengambil jaringan di dinding rahim.

Alasan dilakukan prosedur Dilation & Curettage adalah :

  • mengeluarkan jaringan dari rahim setelah keguguran atau sisa plasenta setelah melahirkan. Tujuannya untuk mencegah infeksi atau perdarahan berat
  • diagnosa atau mengobati perdarahan abnormal dari rahim. Misalnya ada polip, gangguan hormonal atau pertumbuhan jaringan ikat. Sampel dari kuret akan diperiksa dengan mikroskop untuk mencari sel tidak normal.

Tindakan kuret itu sendiri tidak terlalu lama, setelahnya anda dapat diobservasi selama beberapa jam di klinik atau rumah sakit. Anda akan diberi obat bius bisa dengan bius umum, bius spinal atau bius lokal. Setelahnya servix dilebarkan dan dimasukkan alat untuk mengambil jaringan. Setelah semua jaringan terambil akan perut daerah rahim akan menjadi kram. Kram, flek atau perdarahan ringan bisa tampak setelah tindakan. Sedangkan komplikasi berat bila ada perdarahan yang banyak, demam, nyeri perut, cairan berbau tidak sedap dari jalan lahir.

Bila saat kontrol masih ada perdarahan, akan diberi obat untuk meningkatkan kontraksi rahim agar menghentikan perdarahan. Sebaiknya anda konsultasi dengan Dokter Spesialis Kandungan untuk membahas keluhan yang anda rasakan. Semoga penjelasan saya bermanfaat. Salam Sehat, dr. Andre Zaini
(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Salah satu efek setelah keguguran yang bisa dialami oleh pihak wanita adalah peningkatan rasa sedih yang dapat memicu depresi

Setelah Keguguran: Efek dan Cara Mengatasi Keguguran

Efek setelah keguguran tidak hanya meliputi fisik saja, tetapi juga mental. Setelah keguguran, orangtua bisa mengalami berbagai emosi negatif, seperti kemarahan, rasa duka, dan sebagainya. Cara mengatasi keguguran bisa dilakukan dengan menghadapinya sebagai pasangan dan mencari dukungan dari orang-orang sekitar.