27 Feb 2021, 21:43Pernapasan

OTG COVID apa perlu PCR?

FA
Info Penanya: FA0
Malam dokter, 2 hari lalu orang serumah saya (lansia) melalukan rapid antigen dan hasilnya positif dan dinyatakan OTG. Secara awam mereka batuk2, namun saat ditanya apa kehilangan indera pencium dan perasa mereka tidak merasa demikian. Hari ini dibawa ke rumah sakit dan rapid antibodi & hasilnya non-reaktif. Apa ada kemungkinan sesungguhnya mereka positif ya dok? Karena dgn hasil non-reaktif, pihak RS tidak menyarankan utk PCR. Thanks.
484 Views
0 Balasan
SehatQ
Dijawab Oleh  dr. Vina Liliana
(0)
Selamat siang FA,Di tengah pandemi corona seperti sekarang ini, pemeriksaan screening atau deteksi dini seperti swab antigen atau rapid tes antibodi diperlukan terlebih bila ada gejala batuk, demam, nyeri menelan, dll. Meski adanya gejala-gejala tersebut bukan pasti disebabkan oleh corona namun perlu diwaspadai. Sedangkan untuk gejala hilangnya indera penciuman atau perasa merupakan tanda khas adanya infeksi virus corona. Namun banyak penderita corona yang tidak memiliki gejala hilangnya indera penciuman, sehingga tidak ada gejala hilangnya indera penciuman bukan berarti terbebas dari infeksi corona.Perlu dipahami bahwa ada perbedaan cara kerja antara swab antigen tes dengan rapid tes antibodi. Pada swab antigen tes mendeteksi adanya virus corona di fase-fase awal penyakit. Sedangkan rapid tes antibodi menunjukkan adanya antibodi yang terbentuk bila ada virus corona di dalam tubuh, dan diperlukan waktu sekitar 1 minggu lebih setelah timbulnya gejala baru bisa terdeteksi antibodinya. Sehingga mengenai kondisi orang tua Anda yang swab antigen reaktif namun rapid tes antibodinya non reaktif bisa saja memang antibodinya belum terbentuk.Kedua pemeriksaan baik swab antigen atau rapid tes antibodi merupakan pemeriksaan awal saja bukan untuk menegakkan diagnosa pasti. Untuk menegakkan diagnosa pasti tetap melalui PCR. Bila gejalanya ringan dan tidak ada keluhan sesak maka bisa rawat jalan di rumah tanpa melakukan PCR namun tetap menjalankan isolasi mandiri dan protokol kesehatan seperti tetap pakai masker, sebisa mungkin hindari berbincang dengan anggota keluarga yang lain, rajin cuci tangan, minum vitamin C, berjemur setiap pagi, dan minum obat-obatan yang sudah diresepkan oleh dokter. Lakukan pemeriksaan ke dokter paru bila mendadak muncul keluhan sesak napas atau gejala lainnya.Salam sehat,dr. Vina
sesak napascoronavirusvaksin corona
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)
Balas
Postingan membutuhkan waku beberapa saat untuk tampil

Forum Tanya Dokter

(maks. 500 karakter)
Postingan membutuhkan waktu beberapa saat untuk tampil