Operasi mioma usia pertengahan

LH Info Penanya: LH, Wanita, 51 Tahun
Setelah saya periksa ke dokter spesialis kandungan katanya ada myom di dalam kandungan saya yang besarnya kira2 10 cm x 2 cm. 3 tahun yang lalu haid saya mulai tidak teratur kadang 2 bulan sekali , pernah juga 3 bulan baru haid. Saya konsultasi 3 orang dokter, 2 orang mengatakan harus dioperasi tapi yang 1 lagi mengatakan tidak perlu. Jadi saya bingung dan akhirnya sampai sekarang belum periksa lagi. Tapi akhir-akhir ini haid saya teratur lagi setiap bulan. Apa yang harus saya lakukan, Dok?
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Dear Ibu LH,

Mioma uteri adalah tumor jinak pada otot polos rahim dan dikenal dengan istilah Fibromima Uteri, Leiomioma Uteri dan Uterin Fibroid. Tumor ini perkembangannya  dipengaruhi oleh hormon wanita (estrogen dan Progesteron). Karena itu Mioma akan bertumbuh pada saat Wanita mendapat haid pertama (menarke), berkembang setelah hamil dan menyusut saat menopause, yaitu saat Hormon sudah tidak aktif lagi.Umumnya usia wanita menopause adalah sekitar umur 49 sampai 50 tahun.

Kejadian terbanyak 25% ditemukan pada wanita usia Produktif yaitu umur 35 sampai 45 tahun, 60% ditemukan pada Wanita yang tidak pernah hamil dan hanya hamil satu kali seumur hidup.

Mioma umumnya tidak bergejala dan jarang menjadi ganas, sehingga tidak ada batasan ukuran berapa, Mioma harus dilakukan tindakan operasi / pengangkatan.

Pertimbangan Pengobatan dilakukan adalah berdasarkan pada :

1. Apakah Pasien masih  ingin hamil lagi atau tidak.

2. Keluhan yang ditimbulkan yaitu :

  • Perdarahan pervagina yang tidak normal sampai Pasien mengalami Anemia
  • Penekanan yang besar pada rahim dan menyebar ke organ sekitar dalam perut
  • Sakit saat BAB dan BAK
  • Gangguan pada kehamilan sampai melahirkan
  • Ketidaksuburan / Infertilitas.

3. Ukuran Mioma

4. Usia Pasien

Ada 3 jenis Pengobatan untuk Mioma yaitu :

1. Observasi, yang umumnya ditawarkan oleh Dokter untuk Wanita dengan Mioma dan memasuki usia Menopause. Bila tidak ada keluhan yang berat atau hanya terdapat keluhan ringan, maka Dokter akan menunggu sampai masuk masa Menopause saat berhentinya aktifitas Hormon Estroggen dan Progesteron, sehingga Mioma akan mengecil spontan dengan sendirinya.

2. Medikamentosa (Pemberian obat-obatan), dilakukan untuk mengecilkan ukuran Mioma sebelum operasi dilakukan. Atau untuk menunggu masa Menopause.

Obat yang disuntikan adalah Hormon yang berfungsi untuk menimbulkan kondisi seperti Menopause.

3. Operasi, untuk mengangkat mioma itu sendiri atau sekaligus mengangkat rahim bila Pasien sudah tidak lagi ingin hamil.

Metode yang dilakukan dalam Operasi ada 4 jenis yaitu :

  1. Metode operasi konvensional (laparotomi), merupakan metode bedah dengan bekas operasi yang relatif lebih lebar dan waktu perawatan lebih lama.
  2. Laparoskopi, adalah metode yang sangat terkenal saat ini karena selain bekas operasinya nyaris tidak terlihat, juga karena perawatan lebih singkat dan nyeri pasca operasi lebih ringan. 
  3. Metode operasi Robotik merupakan jenis operasi terbaru dengan menggunakan Robot yang dikendalikan oleh manusia. Keuntungannya adalah tingkat presisi yang tinggi dan hasil akhir yang lebih baik. Masih jarang dilakukan di Indonesia karena biaya mahal dan pengadaan alat yang terbatas.
  4. Metode Embolisasi Mioma Uteri yaitu dengan menyumbat pembuluh darah rahim sehingga rahim dan mioma uteri tidak akan bertumbuh. Metode ini cukup efektif, namun hanya dianjurkan bila pasien tidak bisa operasi karena satu dan lain hal. Resiko tindakan ini adalah  infeksi, perlunya tindakan ulang sampai pengangkatan rahim.

 

 

 

Saran kami dengan tambahan informasi yang kami berikan ini, sebaiknya Ibu mengunjungi Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan terdekat di Kota Ibu untuk melakukan Konsultasi lebih lanjut.

Salam Sehat

(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Fungsi endometrium pada tubuh wanita berhubungan dengan proses reproduksi

Inilah Peran dan Fungsi Endometrium untuk Kesehatan Wanita

Fungsi endometrium pada tubuh wanita berhubungan dengan proses reproduksi. Bagian ini memiliki peran penting dalam siklus menstruasi serta selama masa kehamilan.