ODHA sudah minum ARV, namun 2 minggu yang lalu menjadi muntah dan tenggorokan sakit

DP Info Penanya: DP, Pria, 2019 Tahun
Assalamualaikum Dok, mau tanya, saya ODHA minum ARV jenis Aluvia 4x sekali minum. 2 minggu yang lalu saya muntah hebat sampai keesokan harinya tenggorokan saya sensitif buat makan apalagi ketika saya mau minum ARV, saya meletakkan obat di tenggorokan saja rasanya mau muntah, karna saya takut akhirnya saya skip tidak minum obat sehari. Kira2 apakah obatnya jadi kurang efektif dan virusnya jadi kebal ya dok? Terima kasih
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Assalamualaikum, Selamat malam DP

ODHA akan mendapatkan terapi ARV untuk menghambat replikasi virus HIV agar tidak terjadi progresifitas penyakit, terapi ARV tidak untuk menyembuhkan namun diharapkan dapat menginhibisi. Obat ARV kombinasi Lopinavir dan Ritonavir bekerja untung menghambat virus HIV, namun setiap kali bertambah maka sebagian virus akan hilang akibat ARV ini dan sebagian menetap untuk menghasilkan replikasi virus lagi. Jika obat ARV tidak di minum, ditakutkan obat tidak menjadi efektif dan beresiko terjadi resistensi terhadap ARV sehingga obat menjadi tidak efektif dan virus semakin kebal

Beberapa keluhan yang sering terjadi akibat penggunaan obat ini adalah diare, kelelahan, sakit kepala, dan mual. Biasanya keluhan tersebut tidak terlalu berat. Jika anda mual dan nyeri menelan bisa saja akibat adanya infeksi opportunistik lain yang menyeran karena imunitas pasien HIV akan turun dan mudah mengalami infeksi. Sebisa mungkin obat ARV jangan sampai putus. 

Untuk itu saya sarankan anda memeriksakan diri ke dokter spesialis penyakit dalam untuk evaluasi kondisi fisik dan ARV anda

Salam sehat

dr.Zulham

Postingan membutuhkan waktu beberapa saat untuk tampil

Diskusi Terkait di Forum

(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

HIV tidak akan menular apabila bertukar alat makan dan berpelukan dengan penderita HIV

7 Mitos Seputar HIV dan AIDS yang Menyesatkan

HIV dan AIDS masih tabu dibicarakan di masyarakat. Hal itu memicu munculnya mitos-mitos yang tidak sesuai dengan fakta dan menyesatkan. Beberapa mitos tentang HIV dan AIDS yang berkembang, antara lain penularan HIV terjadi apabila bersentuhan dengan penderita dan pasangan penderita HIV boleh berhubungan seks tanpa kondom.