Nyeri perut bagian bawah

RF Info Penanya: RF
dokter saya mau nanya. saya sering sakit di bagian perut bagian bawah.saya belum menikah. sudah pernah di ronsen atau usg di bagian perut bawah katanya bersih gk ada penyakit apa apa. tapi saya selalu merasakan sakit. seperti penuh di perut bgian bawah. nyeri di kemaluan saat buang air besar. trus jg sering sakit banget saat haid. trus kalo gk haid juga sering sakit di perut bagian bawah. ini sakit apa ya dok.
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat sore, RF.

Dari keluhan yang dirasakan beberapa kondisi yang memungkinkan terjadi adalah: 

1. Mioma

Mioma adalah sejenis tumor jinak yang tumbuh di dalam rahim.

Gejalanya bisa berupa rasa mengganjal di daerah perut bawah, perdarahan, keputihan, atau rasa tertahannya BAK.

2. Endometriosis

Ini adalah sebuah keadaan dimana jaringan rahim tidak bertumbuh di luar tempat sebenarnya, seperti di indung telur, di tuba falopii atau di rongga panggul.

Endometriosis akan menyebabkan nyeri, terutama saat mentruasi.

3. Inflamasi/infeksi panggul

Nyeri akan terasa antara perut bagian bawah dan panggul, terkadang terdapat keputihan, perdarahan di luar waktu menstruasi, demam atau nyeri saat BAK.

Periksakan diri Anda ke dokter kandungan untuk memastikan diagnosis dan mendapatkan penanganan yang tepat.

Hal-hal yang bisa Anda lakukan di rumah untuk mengurangi rasa sakit di perut:

- Kompres perut dengan air hangat atau berendam dengan air hangat

- Konsumsi obat antinyeri yang dijual di apotek

Segera pergi ke UGD jika merasakan gejala-gejala berikut ini:

- Nyeri perut yang tidak tertahankan

- Perdarahan yang banyak

- Gangguan BAK atau BAB

- Perut yang semakin membengkak

Semoga informasi di atas dapat membantu.

Lekas sembuh ya.

 

dr. Anandika Pawitri

(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Jika golongan darah ibu dan janin berbeda, anemia pada janin bisa terjadi.

Ibu dan Janin Beda Golongan Darah Bisa Bahaya! Ini Alasannya

Perbedaan golongan darah antara ibu hamil dan janin, mungkin belum dianggap sebagai suatu kondisi yang perlu jadi perhatian selama ini. Padahal, jika tidak ditangani, bayi di dalam kandungan bisa mengalami berbagai komplikasi berbahaya.